Go4HealthyLife.com, Jakarta – Obat murah meriah yang digunakan untuk mengatasi jamur pada kulit, ternyata juga memiliki khasiat untuk memperlambat pertumbuhan tumor.

Meski penelitian itu baru dilakukan terhadap tikus, namun paling tidak obat ini dapat menjadi harapan munculnya terapi  baru yang terjangkau untuk mengatasi tumor.

Tim peneliti dari Stanford University, seperti disebutkan dalam jurnal Cancer Cell, mengatakan meski obat anti-jamur ini belum dapat membersihkan tumor sampai tuntas, tapi obat bernama itraconazole ini dapat meningkatkan efek dari obat lain dalam melawan tumor.

Itraconazole yang dipasarkan dengan merek Sporanox oleh anak perusahaan Johnson & Johnson, Janssen Pharmaceutica, ini dikhususkan untuk mengatasi infeksi jamur yang disebut aspergillus. Obat ini bekerja melalui jalur molekul yang disebut Hedgehog.

Para ilmuwan dari Stanford University, California, itu melihat bahwa jalur Hedgehog ini berperan dalam terjadinya pertumbuhan tumor. Makanya, mereka yakin obat anti-jamur ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tumor, dan pada akhirnya diharapkan dapat direkomendasikan untuk mengobati kanker.     

"Ada banyak jenis tumor yang kemunculannya banyak dipengaruhi oleh jalur Hedgehog ini," kata peneliti Stanford, Philip Beachy.

Ia mengatakan bahwa dari penelitian terhadap obat anti-jamur itu, sudah diketahui mengenai dosis dan toksisitasnya, sehingga secara umu sudah siap untuk dilakukan uji klinis.

Tim ilmuwan itu telah meneliti 2.400 jenis obat dan telah diujikan terhadap manusia atau sudah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA), sehingga sudah diketahui mekanisme kerjanya dari masing-masing obat. Dari penelitian itu diketahui bahwa itraconazole memiliki toksin paling rendah.

"Itraconazole sudah diteliti selama hampir 25 tahun, sehingga kami paham dengan tingkat keamanannya dan potensi efek sampingnya," tutur tim peneliti.

Dalam pengujian terhadap tikus, itraconazole yang diberikan secara injeksi ternyata secara signifikan dapat memperlambat pertumbuhan tumor. Sementara tikus yang tak mendapatkan suntikan itraconazole terus mengalami pertumbuhan tumor dan akhirnya disuntik mati. 

Meski pengujian terhadap tikus ini pasti akan jauh berbeda dengan pertumbuhan alami kanker di tubuh manusia, tapi obat ini harus dilakukan pengujian terhadap pasien kanker.