_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta – Bagi sebagian orang, memulai atau berhenti untuk merokok mungkin tak terlalu sulit, tapi sebagian lagi bisa saja butuh waktu lama dan sulit. Lantas, apa yang menjadi pemicunya?
Beberapa studi terbaru menyebutkan bahwa faktor genetik ternyata juga berpengaruh terhadap kebiasaan dan kecanduan orang terhadap rokok. Para peneliti melaporkan bahwa perubahan dalam kode DNA pada beberapa kromosom dikaitkan dengan berbagai kebiasaan merokok.
Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal
Nature Genetics itu didasarkan pada pengamatan genom lebih dari 140.000 orang, yang mengelompokkan mereka yang perokok dan bukan perokok.
Penyelidikan dilakukan terhadap varian gen pada Kromosom 11 yang terkait erat dengan inisiasi merokok, dan satu gen lagi pada Kromosom 9 yang berhubungan dengan berhenti merokok.
Mereka yang memiliki varian gen pada Kromosom 8 dan 19 cenderung akan lebih banyak menghisap rokok -- ada penambahan sekitar separuh rokok per hari -- dan memiliki risiko 10% lebih tinggi terkena kanker paru dibandingkan dengan mereka yang bukan pembawa gen.
Temuan ini semakin menguatkan sejumlah penelitian sebelumnya yang menyebutkan varian gen berhubungan dengan kondisi rawan untuk merokok.
Namun, masih dibutuhkan sejumlah penelitian lagi sebelum hasil temuan ini diterjemahkan dalam bentuk tindakan di klinik. Untuk saat ini, mendapatkan varian gen ini yang sudah diuji tidak akan memberikan informasi berarti mengenai risiko merokok atau kemampuan berhenti merokok.
Tapi, untuk ke depannya, para ilmuwan mungkin dapat memakai varian gen ini untuk memprediksi dampak dari perlakuan berbeda dari berhenti merokok.