_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Obesitas alias kegemukan dapat mempengaruhi bagaimana metabolisme obat pada anak-anak, demikian menurut sebuah studi.
Para peneliti dari University of Minnesota College of Pharmacy menguji 16 anak-anak dengan berat badan normal sehat dan 9 anak obesitas berusia 6-10 tahun untuk mengamati bagaimana tubuh mereka memetabolisme kafein dan dekstrometorfan, yang disebut terakhir merupakan penekan batuk yang umum dikonsumsi anak-anak. Setelah menganalisis urin dan air liur anak-anak tersebut, mereka menemukan bahwa anak-anak obesitas melakukan memetabolisme kedua zat tersebut secara berbeda.
Salah satu penulis studi ini, L'Aurelle Johnson, menjelaskan relevansi temuan tersebut, "Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa tubuh memetabolisme obat secara berbeda pada orang dewasa gemuk dibandingkan dengan orang dewasa dengan berat badan yang sehat," kata Johnson.
"Tapi, hanya sedikit sekali, jika ada, informasi yang tersedia yang secara khusus membahas konsekuensi dari obesitas terkait metabolisme obat pada anak-anak. Tanpa informasi ini, kemampuan kita untuk mengidentifikasi obat dengan dosis optimal pada anak-anak sering mengandalkan pendekatan uji-coba," lanjutnya.
Masih perlu dilakukan penelitian lanjutan, lanjut Johnson, untuk melihat apa efek obesitas pada penyerapan, metabolisme dan eliminasi obat lain pada anak-anak.
Dia menambahkan, "Secara keseluruhan, pengetahuan tentang faktor-faktor kunci yang mempengaruhi aktivitas enzim memetabolisme obat pada anak-anak akan memiliki dampak positif yang signifikan pada pengembangan dosis obat yang optimal untuk anak-anak dalam rangka memaksimalkan keberhasilan, sambil meminimalkan potensi efek samping, dalam hal pengobatan penyakit serius seperti kanker. "
Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Pharmacology and Experimental Therapeutics, bagian dari konferensi Experimental Biology di Anaheim, seperti dilansir
Los Angeles Times, Selasa (27/4).