Go4HealthyLife.com, Jakarta - Penumpukan kalsium di dinding arteri merupakan tahapan dari atherosclerosis atau proses pembentukan plak. Jumlah kalsium yang terdapat di arteri sebanding dengan plak yang terbentuk dan dinyatakan dengan calcium score (CS) atau angka kalsium.

Umumnya hal ini menjadi petunjuk awal adanya penyakit arteri koroner, karena jika berlanjut dapat menyumbat arteri. Namun melalui pengamatan terhadap kalsium serta plak di dinding arteri, risiko serangan jantung bisa diprediksi dengan lebih akurat. Cara ini masih kontroversial karena menggunakan sinar-X.

Tim dari Northwestern University Feinberg School of Medicine baru-baru ini telah meneliti hal itu, dengan melibatkan 5.878 pria dan wanita dari berbagai etnis dengan usia 45 hingga 84 tahun. Angka kalsium di arteri diamati melalui CT Scan.

Di awal penelitian, tidak ada partisipan yang diketahui menderita sakit jantung. Partisipan dipantau melalui wawancara telepon perihal riwayat pemeriksaan di rumah sakit, penyakit yang dialami, serta hal lain yang terkait dengan kesehatan jantung.

Selama hampir 6 tahun diamati, 209 partisipan mengalami berbagai kejadian yang terkait dengan kesehatan jantung. Di antaranya adalah serangan jantung, kematian karena sakit jantung, serta kegagalan fungsi jantung.

Dibandingkan dengan hasil di atas, kesesuaian prediksi para peneliti yang dibuat berdasarkan pengamatan CS mencapai 77 persen. Sementara prediksi yang dibuat tanpa melihat angka kalsium, kesesuaiannya hanya 69 persen.

Peneliti menyimpulkan, angka kalsium tersebut jika dikombinasikan dengan analisis terhadap faktor risiko yang lain dapat meningkatkan akurasi dalam memperkirakan risiko serangan jantung.

Namun sejumlah ahli mempertanyakan manfaat penelitian ini, mengingat pemindaian dengan CT-Scan tidak boleh dilakukan secara rutin. Radiasi sinar-X yang terlalu sering juga punya banyak risiko, selain biaya yang mahal.Hasil penelitian dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association edisi 28 April 2010.