_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Saat ini, diperkirakan lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia menderita MS.
MS diakibatkan oleh kerusakan myelin – yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, akan mengganggu penyampaian ‘pesan’ antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.
Nah, dalam sebuah studi terbaru, tim peneliti dari berbagai negara menemukan bahwa varian gen bernama CBLB dikaitkan dengan kasus MS pada manusia.
Riset sebelumnya menyatakan varian CBLB, yang secara normal berperan dalam mengatur respons imun, mempengaruhi risiko MS pada tikus.
Dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal
Nature Genetics edisi 9 Mei itu, tim riset internasional menganalisis genom dari pasien MS di Pulau Sardinia, Italia, yang memiliki kasus tinggi untuk kejadian MS dan penyakit autoimun lainnya di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat.
Bersamaan dengan temuan tentang keterkaitan antara varian gen CBLB dengan MS, tim peneliti juga mengkonfirmasikan bahwa enam gen yang sebelumnya teridentifikasi terkait dengan risiko MS pada penduduk lainnya, ternyata juga ikut menyumbang risiko penyakit tersebut pada penduduk Sardinia.
Penduduk di Sardinia sering menjadi objek dalam beberapa studi yang menganalisis keterkaitan gen dengan MS, karena faktor kesamaan genetik pada kerabat mereka. Kelompok pertama penduduk yang tinggal di pulau itu lebih dari 8.000 tahun lalu telah tumbuh dan berkembang menjadi 1,5 juta penduduk modern, dengan sedikit sekali orang yang pindah ke pulau itu untuk sementara.