Go4HealthyLife.com, Jakarta - Mengapa keterikatan ibu dan anak terlihat jauh lebih kuat dibandingkan hubungan ayah dan anak? Ternyata bukan semata karena ibu mengandung anaknya selama 38-40 minggu, namun juga melibatkan senyawa kimia yang lebih kompleks. Apakah itu? Tak lain adalah hormon oksitosin.

Ilmuwan telah mengidentifikasi hormon oksitosin memainkan peran yang penting dalam ikatan antar manusia. Meskipun perilaku dari hormon ini pada manusia belum sepenuhnya dipahami oleh banyak peneliti. Peran oksitosin misalnya membantu menginduksi proses persalinan dan menstimulasi proses laktasi (menyusui).

"Oksitosin memfasilitasi atau membantu proses persalinan dan menyusui, karena itu hormon ini dipercaya juga ikut berperan dalam pembentukan ikatan antara ibu dan anak serta perilaku dari ibu itu sendiri," ujar Jennifer Bartz, asisten professor psikiatri di Mount Sinai Medical Center di New York, seperti dikutip dari LiveScience.

Pengaruh dari hormon oksitosin dalam pembentukan ikatan antara ibu dan anak menjadi alasan mengapa ikatan antara ibu dan anak lebih kuat dibandingkan dengan sang ayah.

Meskipun belum banyak hal yang bisa dipahami dari kerja hormon oksitosin ini, tapi sebuah penelitian telah menunjukkan peran dari oksitosin. Hormon ini dapat membantu individu mengingat wajah orang-orang yang mereka sukai dan membedakannya dengan orang yang tidak disukai.

"Kemungkinan salah satu hal yang difasilitasi oleh oksitosin adalah membantu dalam hal memori sosial, sehingga membuat seseorang memiliki pilihan untuk individu tertentu," tandas Bartz.