Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Awas, BMI Bisa Menipu
http://www.go4healthylife.com/articles/1350/1/Awas-BMI-Bisa-Menipu/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 22 Februari 2012
 
Perhatian, khususnya untuk para perempuan muda. Mungkin Anda tidaklah selangsing yang diduga selama ini. Semuanya gara-gara terlalu percaya pada pengukuran BMI (indeks massa tubuh).


Go4HealthyLife.com, Jakarta - Perhatian, khususnya untuk para perempuan muda. Mungkin Anda tidaklah selangsing yang diduga selama ini. Semuanya gara-gara terlalu percaya pada BMI (indeks massa tubuh).

Kesimpulan sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini telah dipublikasikan di jurnal Obstetrics and Gynecology. Studi tersebut memberikan bukti bahwa BMI, standar untuk menentukan apakah seseorang mengalami kegemukan, kemungkinan tidak akurat jika diterapkan pada perempuan usia 20-33 tahun. Faktanya, BMI gagal mengidentifikasi hampir separuh perempuan pada studi tersebut yang mengalami kegemukan.

BMI dihitung dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam meter persegi). Metode ini telah dipakai untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan (overweight) dan kegemukan (obese) selama beberapa dekade. BMI juga dipakai untuk menentukan strategi penurunan berat badan, termasuk apakah operasi untuk menurunkan berat badan dibutuhkan, serta apakah asuransi akan menutup biaya tersebut.

Bagaimana para peneliti menemukan masalah pada BMI? Dalam upaya menghitung skor BMI, peneliti menggunakan scan tubuh untuk menentukan komposisi lemak tubuh. Berdasarkan BMI, sebanyak 37% perempuan yang terlibat dalam studi dinyatakan kegemukan. Sementara, pemindaian lemak tubuh menunjukkan bahwa 63% perempuan mengalami obesitas. Para peneliti dalam studi ini menyarankan bahwa riset lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan BMI yang tepat khususnya bagi perempuan muda.

Jadi, apakah ini berarti bahwa orang-orang cenderung jauh lebih gemuk ketimbang yang mereka kira selama ini? "Ini mengindikasikan obesitas sudah menjadi epidemi, khususnya bagi perempuan muda, jauh lebih serius daripada yang kita kira selama ini," kata Jennifer Nelson, M.S., R.D. dan Katherine Zeratsky, R.D., pakar nutrisi dari Mayoclinic.

Sejumlah perempuan muda yang mengalami kegemukan selama ini, menurut ukuran BMI, hanya dikategorikan sebagai 'normal' atau hanya 'kelebihan berat badan' dan untuk itu tak membutuhkan saran kesehatan yang dibutuhkan.

"Kita tahu bahwa obesitas meningkatkan masalah kesehatan serius seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung," ujar Zeratsky.

Nah, bagaimana dengan BMI Anda?