Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tak hanya di Indonesia, tapi para orangtua hampir di seluruh dunia berusaha untuk memperdengarkan musik klasik, seperti karya Mozart, kepada bayi mereka dengan harapan otak sang buah hati menjadi 'encer'.

Selama bertahun-tahun pula riset menghubungkan antara mendengarkan musik Mozart dengan peningkatan kekuatan otak. Dan inilah yang memacu para orangtua untuk mengajak anak-anak mereka mendengarkan musik karya komposer besar itu, dan didukung juga dengan ketersediaan kaset atau CD yang memuat sejumlah musik klasik untuk merangsang otak bayi.

Tapi dengan munculnya kajian dari para peneliti Austria, mungkin para orangtua yang sudah mengenalkan musik Mozart itu bahkan sejak janin di dalam kandungan akan gigit jari. Pasalnya, studi terbaru itu tak menemukan bukti bahwa mendengarkan musik Mozart, termasuk karya terbesarnya, dapat meningkatkan kekuatan kognitif seseorang.

Temuan itu secara otomatis meruntuhkan mitos bahwa ada peningkatan kemampuan spasial di antara para pendengar musik Mozart.

Para ahli dari University of Vienna itu menguji lebih dari 40 studi dan riset yang belum dipublikasikan yang melibatkan lebih dari 3.000 relawan. Dari situ mereka menyimpulkan bahwa musik Mozart tidak dapat meningkatkan kemampuan spasial.

"Saya merekomendasikan untuk mendengarkan musik Mozart kepada semua orang, tapi hal ini tidak akan mampu memenuhi harapan untuk meningkatkan kemampuan kognitif," ujar penulis studi, Jakob Pietschnig, seorang psikolog di University of Vienna, seperti terpapar dalam jurnal Intelligence.

Para peneliti itu mengatakan bahwa mereka tidak dapat membenarkan efek menguntungkan dari mendengarkan musik Mozart, seperti yang disebutkan dalam studi terkenal yang diterbitkan di jurnal Nature pada 1993 yang fokus pada kemampuan spasial itu.