Go4HealthyLife.com, Jakarta - Hampir di semua negara di dunia kini obesitas sudah dianggap sebagai epidemi baru yang harus segera diberantas. Gaya hidup tak sehat yang dianut banyak kaum urban juga menjadi salah satu pemicunya.

Tapi sebenarnya ada satu cara efektif untuk mencegah anak mengalami obesitas, yaitu menjaga berat badan ibu ketika sedang hamil. Berdasarkan studi terbaru, anak-anak yang ibu mereka mengidap diabetes selama hamil akan berisiko tinggi kelebihan berat badan pada usia 11 tahun.        

Studi itu juga menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang mengalami obesitas, memiliki kemungkinan besar memiliki masalah berat badan dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dari ibu yang memiliki berat badan normal. 

"Saran terbaik dari saya adalah jangan kelebihan berat badan dan upayakan badan fit sebelum Anda hamil," kata Dr. Lois Jovanovic dari Sansum Diabetes Research Institute di Santa Barbara, California, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Pentingnya menjaga berat badan sehat sebelum dan selama kehamilan juga ditekankan Ibu Negara AS Michelle Obama, karena istri Presiden Barack Obama itu memimpin gugus tugas untuk memerangi obesitas anak.   

Diabetes yang muncul selama kehamilan, atau disebut sebagai diabetes gestational, dan kondisi berpotensi menyerang hingga 8% ibu hamil. Untuk itu, wanita hamil harus dapat menjaga berat badan sehat, karena kelebihan berat badan yang dikombinasikan dengan gen tertentu akan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya obesitas pada anak.

Anak-anak yang lahir dari ibu yang mengidap diabetes gestational seringkali memiliki bobot tubuh lebih berat saat lahir dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya tak mengidap diabetes gestational.

Dalam studi terbaru, Dr. Sandra Hummel bersama rekannya di Technical University of Munich, Jerman, melakukan penelitian untuk menentukan dampak dari diabetes gestational dan status berat badan terhadap risiko anak mengalami kelebihan berat badan di masa kanak-kanak dan menjadi resisten terhadap insulin.

Para ilmuwan itu menguji data data dari dua studi besar di Jerman yang melibatkan 1.420 anak yang lahir antara 1989 hingga 2000. Tercatat 232 anak lahir dari ibu yang mengidap diabetes gestational, 757 lahir dari ibu yang mengidap diabetes tipe 1 atau diabetes yang tergantung pada insulin dan 431 anak lahir dari ibu yang tidak diabetes. Pengukuran kadar gula darah dan berat tubuh dilakukan beberapa kali hingga anak-anak itu berusia 14 tahun.

Tim ahli menemukan bahwa berat badan ibu di awal kehamilan dapat menjadi pemrediksi terkuat terhadap status kelebihan berat anak dan juga resistensi terhadap insulin.

Pada usia 2, 8 dan 11 tahun, akan lebih banyak anak dari ibu yang obesitas yang memiliki kelebihan berat badan ketimbang anak-anak dari ibu yang tidak mengidap obesitas, kata tim peneliti itu dalam jurnal Diabetes Care. Pada usia 11, misalnya, 46% anak-anak dari ibu obesitas memiliki kelebihan berat badan dibandingkan dengan 12% anak-anak dari ibu yang non-obesitas.

Hampir sepertiga (31%) anak-anak yang lahir dari ibu yang mengidap diabetes gestational memiliki kelebihan berat badan pada usia 11 tahun dibandingkan dengan kurang dari 16% anak-anak dari ibu yang tidak mengidap diabetes dan ibu dengan diabetes tipe 1.