Go4HealthyLife.com, Jakarta - Olahraga memang bagus buat kesehatan, tapi jika dilakukan berlebihan dan dalam intensitas terlalu tinggi bisa saja mengundang masalah.
Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, olahraga dengan intensitas tinggi ternyata dapat menimbulkan masalah paru untuk sementara dan gejala lain yang biasa muncul pada pengidap asma, meskipun mereka bukan penderita asma.
Temuan terbaru yang didasarkan pada analisis terhadap 56 anak-anak sehat yang sebelumnya tak memiliki riwayat asma. Studi ini juga mengacu pada riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa orang dewasa dapat mengalami bunyi napas dan masalah pada fungsi paru setelah olahraga berat.
"Hasil studi ini mengindikasikan bahwa olahraga berat meski tak lama dapat menyebabkan penurunan fungsi paru, dan itu setelah dilakukan pengujian terhadap anak-anak sehat yang tak memiliki riwayat asma atau alergi," kata Dr. Alladin Abosaida, ketua tim penulis studi dari University of California's Irvine and Miller Children's Hospital.
Abosaida bersama koleganya memaparkan hasil studinya itu pada konferensi American Thoracic Society di New Orleans.
Para peneliti itu melibatkan anak-anak untuk melakukan olahraga berat untuk mengevaluasi olahraga yang dapat menyebabkan asma dan juga untuk mengetahui kapasitas aerobik secara umum.
Tim peneliti menemukan bahwa setelah berolahraga hampir 50% anak-anak itu menunjukkan sedikitnya satu kali gangguan pada fungsi paru. Mereka melihat bahwa abnormalitas itu sepertinya akibat dari bronchoconstriction -- yaitu penyempitan saluran napas primer yang menjadi jalur keluar dan masuk udara ke paru.
Abosaida mengaku kaget dengan hasil studi itu. "Kami tak mengira terjadi abnormalitas fungsi paru setelah menjalani latihan berat dalam tempo singkat pada anak-anak yang dalam kondisi sehat," ujarnya.
Tim yang dipimpin Abosaida itu menyebutkan bahwa perlu riset lanjutan untuk memastikan mengapa terjadi disfungsi paru setelah melakukan olahraga berat.