Go4HealthyLife.com, Jakarta - Aktivitas jalan kaki yang dilakukan secara rutin meski hanya rendah intensitasnya, tetap memberikan manfaat bagi Anda, apalagi jika itu sudah menjadi semacam kewajiban, tentu akan lebih besar lagi manfaat yang Anda dapat.
Itu adalah pesan dari sebuah studi terbaru yang mengaitkan banyak berjalan kaki dalam sehari dengan rendahnya risiko penyakit yang umum yang dikenal sebagai sindrom metabolik, yang dapat memicu penyakit jantung dan diabetes.
Riset itu hanya menunjukkan hubungan antara banyak berjalan kaki dengan membaiknya kondisi kesehatan, namun hasil riset ini tidak membuktikan bahwa hanya dengan banyak berjalan kaki maka Anda akan lebih sehat.
Selain itu, temuan terbaru ini bukan berarti olahraga intensitas tinggi seperti lari maraton membuat Anda akan jauh lebih sehat, kata salah satu penulis studi, Peter T. Katzmarzyk, profesor di Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge.
Tapi yang jelas, melalui studi ini Anda dapat memasukkan aktivitas fisik seperti jalan kaki menjadi satu bagian dari gaya hidup Anda, katanya.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine menganalisis dampak dari olahraga terhadap sindrom metabolik, yang disinyalir banyak menyerang kalangan dewasa.
Mereka yang mengalami sindrom metabolik sedikitnya memiliki beberapa faktor risiko penyakit jantung dan diabetes, seperti kelebihan berat badan, peningkatan tekanan darah, rendahnya kolesterol baik, tingginya trigliserida (lemak darah), resisten terhadap insulin atau meningkatnya kadar glukosa darah.
Kondisi ini sebenarnya bisa berperan sebagai tanda bahaya, karena jika Anda memiliki dua hingga empat faktor risiko, Anda mungkin berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang tidak banyak punya faktor risiko.
Banyak orang yang memiliki kelebihan berat badan terkena sindrom metabolik, tapi jangan lupa, bahwa mereka yang berat badannya normal juga dapat terkena juga. Makanya, melalui aktivitas fisik yang rutin dan menjadi bagian gaya hidup sehari-hari, kemungkinan terkena sindrom metabolis akan semakin kecil.