Go4HealthyLife.com, Jakarta – Anak-anak yang di masa bayinya diberi antibiotik atau obat penghilang sakit semacam paracetamol, ada kemungkinan berisiko tinggi eksim.
Namun, temuan terbaru ini bukan berarti para orangtua menghindari menggunakan paracetamol, sebab hingga kini masih belum jelas apakah peningkatan risiko itu benar-benar disebabkan oleh obat ini atau bukan, kata Dr. Luis Garcia-Marcos dari University of Murcia, salah satu peneliti dalam studi itu.
Paracetamol sudah lama dihubungkan dengan asma baik di masa kanak-kanak atau saat dewasa, sebut Garcia-Marcos bersama koleganya, namun berbagai studi yang menyelidiki apakah paracetamol atau antibiotik meningkatkan risiko eksim atau tidak masih menghasilkan kesimpulan yang beragam.
Pada studi terbaru ini, tim peneliti menganalisis data dari International Study of Asthma and Allergies in Childhood di Spanyol, yang memasukkan informasi tentang apakah anak-anak sudah diberi paracetamol atau antibiotik atau tidak pada saat usia 1 tahun.
Menurut National Institutes of Health, 10 hingga 20% bayi dan anak-anak mengidap eksim. Dalam studi ini tercatat dari sekitar 13.900 anak-anak usia 6 hingga 7 tahun, 7% di antaranya terkena eksim.
Secara keseluruhan, tim peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mendapat paracetamol saat mereka berusia 1 tahun, memiliki kemungkinan 56% terkena eksim, sementara mereka yang mendapatkan antibiotik, risiko terkena eksim lebih tinggi 66%. Risiko ini tidak berubah ketika tim peneliti mempertimbangkan apakah anak-anak itu juga diberikan obat lain.
Namun, efek terhadap risiko eksim berbeda untuk anak-anak yang mengidap asma atau gatal-gatal, mata dan hidung berair (yang secara medis dikenal sebagai rhinoconjunctivitis). Jika mereka diberi paracetamol saat masih bayi dan bukan antibiotik, maka risiko eksim tidak meningkat untuk anak-anak ini. Namun antibiotik plus paracetamol meningkatkan risiko eksim pada anak-anak ini, bahkan melebihi anak-anak yang tak mengalami rhinoconjunctivitis.
Ini menunjukkan bahwa untuk anak-anak yang alergi, antibiotik mungkin menjadi faktor penentu apakah mereka berisiko terkena eksim atau tidak ketika mendapatkan obat-obat ini. Namun, kata Garcia-Marcos, dengan data yang ada, para peneliti tak dapat mengabaikan bahwa infeksi sebagai pemicu segalanya.
Tapi para orangtua tak perlu cemas, karena paracetamol adalah obat yang aman dan sudah dipakai lama serta tak ada kaitannya dengan efek samping yang benar-benar serius, katanya seperti disebutkan dalam jurnal Pediatric Allergy and Immunology.