Go4HealthyLife.com, Jakarta – Para orangtua mungkin sudah harus mengubah pola pikir mereka yang selama ini selalu dibayangi ketakutan bahwa pemberian beberapa vaksin sekaligus pada bayi dalam waktu berdekatan dapat mengganggu mental anak mereka di kemudian hari.     

"Banyak orangtua yang khawatir dengan kondisi anak yang diberikan beberapa vaksin sekaligus dalam waktu yang tak terlalu lama setelah bayi lahir," kata Dr. Michael J. Smith dari University of Louisville School of Medicine di Kentucky.

Ketakutan itu pula yang menyebabkan sejumlah orangtua lebih memilih melewatkan vaksin karena takut anak mereka autis, dan ada juga yang tak mau sama sekali anak mereka diimunisasi.

Meski belum ada bukti bahwa ini akan lebih aman, kata Smith, dirinya ingin menyelidiki isu itu untuk mengatasi kekhawatiran para orangtua terhadap vaksinasi.

Untuk itu, Smith bersama koleganya mengamati data dari sekitar 1.000 anak-anak yang telah menjalani tes psikologi, seperti IQ, memori, perhatian, dan bahasa.

Kemudian mereka membagi anak-anak itu menjadi dua kelompok, yaitu mereka yang mendapatkan semua vaksin saat mereka masih berusia 1 tahun dan mereka yang mendapatkan vaksin setelah berusia lebih dari 1 tahun, atau mereka yang hanya mendapatkan beberapa vaksin. 

"Anak-anak yang mendapatkan suntikan vaksin pada usia lebih dari 1 tahun ternyata tak lebih baik dalam analisis ini," ujar Smith dalam studinya yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.

Pada kenyataannya, ketika membandingkan anak-anak yang mendapatkan vaksin paling banyak saat masih bayi memiliki keunggulan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang menerima vaksin paling sedikit. Untuk kelompok pertama, mereka mendapatkan nilai lebih tinggi dalam beberapa analisis atau tes.  

Beberapa studi sebelumnya yang mengambil data yang sama menunjukkan bahwa senyawa merkuri, thimerosal, yang dipakai sebagai bahan pengawet dalam vaksin hingga saat ini, tidak memnimbulkan dampak terhadap kemampuan mental anak.

Tapi hingga kini, tak ada yang menyelidiki apakah mendapatkan beberapa vaksin dalam waktu berdekatan memberikan dampak negatif, misalnya memberi muatan melebihi batas pada sistem kekebalan tubuh, kata Smith.

Menurut dia, memberikan hingga 10 vaksin berbeda, termasuk flu dan batuk rejan, tidak memberikan dampak negatif.

Sementara seorang pejabat di Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa temuan terbaru ini dapat memberikan pesan penting mengenai kesehatan masyarakat.

"Para orangtua yang mempertimbangkan untuk menunda vaksinasi harus sadar bahwa mereka tidak mendapatkan manfaat penting apapun, dan mereka justru telah menempatkan anak-anak mereka dalam risiko, dan tak hanya bagi si anak tapi juga bagi masyarakat secara umum," kata Dr. David Sugerman.