Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Jangan Sembarangan Beli Obat Disfungsi Ereksi
http://www.go4healthylife.com/articles/1569/1/Jangan-Sembarangan-Beli-Obat-Disfungsi-Ereksi-/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 13 Februari 2012
 
Disfungsi ereksi adalah sebuah kondisi yang sensitif bagi kaum pria. Itulah mengapa banyak pria yang loyo lebih memilih membeli obat di jalanan atau di internet ketimbang berobat ke dokter.


Go4HealthyLife.com, Jakarta - Disfungsi ereksi adalah sebuah kondisi yang sensitif bagi kaum pria. Itulah mengapa banyak pria yang loyo lebih memilih membeli obat di jalanan atau internet ketimbang berobat ke dokter.

Celah inilah yang banyak dimanfaatkan oleh pengedar dan penjaja obat disfungsi ereksi dengan memasarkan obat yang tak sesuai spesifikasi dan bahkan obat palsu. Jika sudah begini, bukannya 'si jalu' terbangun, malah pemiliknya akan terkapar akibat gangguan lainnya.  

Sebuah studi yang dilakukan di Korea Selatan dan dipaparkan dalam pertemuan tahunan American Urological Association San Francisco menemukan bahwa banyak obat disfungsi ereksi tanpa resep yang terkontaminasi, seperti mengandung bahan aktif terlalu banyak atau tidak sama sekali. Obat-obatan seperti ini berbahaya bagi pria yang mengalami hipertensi atau penyakit jantung. Para ahli mengatakan bahwa pesan yang termuat dalam hasil studi itu adalah hindari obat-obat disfungsi ereksi tanpa resep.

Dr. John Morley, direktur geriatri dan pejabat direktur endokrinologi di Saint Louis University mengatakan ada banyak bukti pria dengan gangguan disfungsi ereksi membeli obat via Internet karena tampaknya lebih murah dan lebih baik, meski sebenarnya obat-obat ini tak memiliki khasiat apapun.

Obat yang dikenal sebagai phosphodiesterase type 5 inhibitor (PDE5I) banyak digunakan pria disfungsi ereksi dan kadang pria yang tak mengalami gangguan tersebut. Mungkin obat yang paling banyak diburu adalah sildenafil (Viagra) dan tadalafil (Cialis). Sejak obat ini dikembangkan pada 1998, pasar untuk obat-obat ini dan produk serupa menjamur di mana-mana.

Dalam studi itu, tim peneliti Korsel membandingkan 19 obat disfungsi ereksi palsu dengan obat resep Viagra dan Cialis.

Sekitar sepertiga pil palsu berbeda ukuran dari obat yang asli, sementara 42% berbeda dari sisi warna. Kemudian 58% memiliki bahan aktif terlalu banyak, sedangkan 3% tak memiliki bahan aktif sama sekali. Beberapa obat mengandung zat yang tak disetujui untuk mendorong ereksi.

Hanya satu obat palsu yang mengandung bahan aktif yang sesuai. Beberapa obat bahkan mengandung toksin potensial, seperti merkuri dan timbal.