Go4HealthyLife.com, Jakarta - Kalangan remaja yang menjalin hubungan romantis sejak di bangku SMA hingga setelah lulus akan lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam penggunaan obat terlarang dan minum minuman keras.
Hal itu tergambar dalam hasil penelitian terbaru yang didasarkan pada penelitian masa lalu yang telah menunjukkan bahwa pernikahan memiliki efek perlindungan yang sama terhadap pemakaian narkoba dan alkohol.
"Saya tidak mengatakan bahwa kita harus mendirikan layanan kencan," kata penulis studi Charles Fleming, seorang peneliti di Universitas Washington.
Tapi itu hanya sebagai gambaran bagi para orang tua untuk mengetahuinya dan juga bagi semua pihak yang bekerja dan berinteraksi dengan kaum muda yang tengah dilanda asmara ini untuk juga ikut memahami. Fleming bersama timnya melaporkan hasil temuan mereka dalam Journal of Health and Social Behavior.
Pengamatan yang dilakukan Fleming dan kawan-kawan itu berasal dari survei, yang pertama kali diluncurkan pada awal 1990-an, yang mengamati lebih dari 900 anak laki-laki dan perempuan pada awal tahun pertama atau kedua hingga dua tahun setelah mereka lulus SMA.
Para penulis studi menemukan bahwa remaja berusia 19 dan 20 tahun yang belum punya pacar cenderung untuk merokok dan minum alkohol di sekolah dibandingkan rekan-rekan mereka yang punya pasangan, namun kondisi ini akan berbalik ketika para remaja ini sudah menginjak dewasa.
"Mereka mengejar dan mungkin melebihi rekan-rekan mereka," kata Fleming, merujuk pada temuan bahwa pada usia itu, para remaja jomblo benar-benar 40% lebih cenderung untuk merokok dan mencicipi marijuana daripada mereka yang sudah punya pacar.
Fleming dan rekan-rekannya berteori bahwa kondisi itu mungkin karena dukungan dari pacar, selain juga kemungkinan bahwa mereka yang menjalin cinta merasa lebih bahagia dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berduaan ketimbang bersosialisasi dengan kalangan pengguna narkoba dan alkohol di bar atau di pesta.
Namun, hubungan asmara ini tidak selalu memberikan fungsi pelindung terhadap penggunaan narkoba dan alhohol. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa mereka yang menjalin kasih dengan seorang peminum berat atau pengguna narkoba, sebenarnya mereka lebih mungkin untuk juga merokok atau minum.
Memang tak harus melarang percintaan yang dijalin anak-anak remaja, namun para orangtua tetap harus mengawasi pergaulan mereka. Meski pacaran memberikan kecenderungan kepada pelakunya untuk tidak terlibat dalam pemakaian narkoba dan alkohol, namun hubungan cinta remaja masa kini sudah banyak yang menjurus pada hubungan suami-istri pra-nikah.