Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Tes DNA Lebih Unggul Deteksi Kanker Serviks
http://www.go4healthylife.com/articles/1644/1/Tes-DNA-Lebih-Unggul-Deteksi-Kanker-Serviks/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 6 Februari 2012
 
Jika selama ini pap smear dipandang sebagai cara paling jitu mendeteksi kanker serviks, maka para ilmuwan yang berasal dari Italia menyatakan bahwa tes HPV DNA terbukti lebih unggul. Nah.

Go4HealthyLife.com, Jakarta - Jika selama ini pap smear dipandang sebagai cara paling jitu mendeteksi kanker serviks, maka para ilmuwan yang berasal dari Italia menyatakan bahwa tes HPV DNA terbukti lebih unggul. Nah.

Kabar tersebut menarik perhatian berbagai kalangan setelah hasil penelitian tersebut dipublikasikan oleh The Lancet Oncology Journal.

Dalam penelitian dipaparkan tes DNA human papillomavirus (HPV) terbukti dapat mendeteksi perubahan sel pada serviks di tahap awal, sehingga bisa memberi informasi yang mencegah terjadinya kanker. Bandingkan dengan pap mear yang bisa mendeteksi sel yang telah berubah sifat, dan berarti telah terjadi pra-kanker.

Penelitian tersebut melibatkan 100.000 responden perempuan yang berusia rata-rata di atas 35 tahun, yang telah menjalani berbagai proses pemeriksaan dini terhadap kanker serviks. Para peneliti di Italia, yang berasal dari Pusat Pencegahan Kanker negara itu, menyatakan bahwa pap smear bukannya tidak berguna lagi, justru setelah seorang perempuan terdeteksi positif melalui tes DNA HPV, perlu dilakukan pap smear untuk memastikan perubahan sel yang terjadi.

Sekalipun demikian, para ahli tidak menyarankan tes DNA HPV ini dijalani oleh perempuan berusia di bawah 35 tahun. Hal ini disebabkan karena tes tersebut dapat memberikan diagnosis yang berlebihan tentang infeksi yang terjadi pada serviks.

Faktanya, kanker serviks dipicu oleh infeksi HPV yang merupakan salah satu infeksi menular seksual. Hanya pada orang tertentu infeksi tersebut bisa berubah menjadi kanker, sangat tergantung pada sistem kekebalan tubuh orang tersebut, dan dibutuhkan waktu sekitar 10 tahunan sejak pertama kali terpapar HPV sehingga berubah menjadi kanker.

Jadi, jika seorang perempuan berusia di bawah 35 tahun terpapar HPV dan menjalani tes DNA HPV, maka hasil tesnya akan positif sehingga memicu berbagai diagnosis yang keliru, padahal belum tentu seorang perempuan itu mengalami kanker.