Go4HealthyLife.com, Jakarta - Berolahraga dengan perut kosong mungkin bukanlah ide yang buruk sama sekali. Justru bisa berdampak positif bagi yang ingin membakar lemak lebih banyak.
Meskipun sejumlah atlet makan sebelum menjalani latihan, sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa jika seseorang ingin membuang lebih banyak lemak, maka disarankan untuk tidak makan/ngemil sebelum latihan.
Sejumlah studi menegaskan bahwa berlatih saat tubuh lapar kemungkinan menjadi cara terbaik untuk membuang kelebihan lemak. Dalam laporan terbarunya, para peneliti Eropa menemukan bahwa pengendara sepeda yang berlatih dalam kondisi perut kosong membakar lebih banyak lemak dibandingkan mereka yang makan sebelum berolahraga.
Otot biasanya mendapatkan energi dari karbohidrat, itulah mengapa atlet seperti Lance Armstrong dan Michael Phelps makan dalam jumlah banyak sebelum bertanding. Namun jika kita tak makan sebelum berlatih, maka tubuh tidak cukup memiliki cadangan karbohidrat, sehingga memaksa tubuh membakar lemak.
"Saat kita berolahraga (setelah berpuasa), adrenalin cenderung meningkat dan kadar insulin rendah," kata Peter Hespel, seorang profesor fisiologi olahraga di Universitas Leuven, Belgia.
"Rasionya memungkinkan bagi otot-otot untuk beroksidasi (memecah) lebih banyak asam lemak," lanjut Hespel.
dalam sebuah studi yang dipublikasikan April silam, para peneliti di Universitas Birmingham dan lainnya menunjuk tujuh orang untuk bersepeda tiga hari dalam seminggu, disusul dengan sesi intensif selama satu jam tanpa makan. Tujuh orang lainnya mengikuti cara yang sama tapi tanpa perintah untuk berpuasa sebelum latihan.
Meskipun pada kelompok yang tidak makan menunjukkan kinerja buruk selama pelatihan intensif, namun mereka membakar lemak dalam jumlah lebih besar dibandingkan karbohidrat dibandingkan kelompok yang makan sebelum berlatih. Hasil studi ini dipublikasikan oleh Medicine & Science in Sports & Exercise, jurnal dari American College of Sports Medicine.
Pada studi tahun 2008, Hespel dan koleganya menguji efek ketahanan (endurance) pria yang tidak makan sebelum olahraga dibandingkan yang makan. Atlet yang tidak makan, para peneliti menemukan kenaikan jumlah protein yang dibutuhkan untuk memproses lemak. Ini berarti pada tubuh yang lapar cenderung membakar lemak lebih banyak.
Meskipun Hespel dan koleganya lebih mengamati dampak tidak makan sebelum olahraga pada orang muda yang sehat, namun dia menduga metode ini juga dapat diterapkan pada penderita diabetes. Olahraga tanpa makan menghasilkan otot-otot yang bekerja lebih baik dalam menyerap glukosa, yang penting untuk mencegah diabetes, Hespel memiliki teori strategi tersebut juga akan membantu diabetesi mengontrol kadar insulin mereka.