Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Duh, Perokok Bisa Ketagihan Penghilang Rasa Sakit
http://www.go4healthylife.com/articles/1756/1/Duh-Perokok-Bisa-Ketagihan-Penghilang-Rasa-Sakit/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 29 Desember 2011
 
Obat penghilang rasa sakit yang tak terkait kanker pasti bermanfaat bagi siapapun juga. Tapi untuk perokok mungkin memberikan efek yang tidak baik.

Go4HealthyLife.com, Jakarta – Obat penghilang rasa sakit yang tak terkait kanker pasti bermanfaat bagi siapapun juga. Tapi untuk perokok mungkin memberikan efek yang tidak baik.

Berdasarkan sebuah studi yang digelar di Norwegia, para perokok mungkin akan lebih banyak menggunakan obat resep penghilang rasa sakit opioid ketimbang mereka yang tidak merokok.

Untuk itu, kata tim peneliti, dokter harus lebih dulu menanyakan kebiasaan merokok kepada pasiennya sebelum meresepkan opioid.

Meski pemakaian opioid semakin meningkat di seluruh dunia, tapi penggunaan obat ini cukup kontroversial, terutama disebabkan oleh potensi ketagihan bagi para pemakainya. Adapun faktor-faktor tertentu yang memicu ketagihan antara lain riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat terlarang -- dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menyalahgunakan opioid.

Terdapat bukti bahwa kebiasaan merokok sesorang dapat memengaruhi konsumsi opioid mereka, kata Dr. Svetlana Skurtveit dari Norwegian Institute of Public Health di Oslo bersama koleganya dalam studi mereka yang dimuat di Annals of Epidemiology.
 
Untuk mengetahui mengapa perokok cenderung memakai lebih banyak opioid, tim peneliti hampir 13.000 pria dan sekitar 16.000 wanita berusia 30 hingga 75 tahun yang ikut dalam berbagai survei kesehatan antara 2000 dan 2002. Ta satu pun mendapatkan resep opioid pada saat studi. Selama pengamatan yang dimulai sejak 2004 hingga 2007, tercatat 1,5% peserta studi mendapatkan 12 atau lebih resep opioid.

Mereka yang merokok sedikitnya 10 batang sehari pada awal studi itu, memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mendapatkan resep opioid ketimbang yang bukan perokok, yang sedikitnya 12 kali diberikan selama penelitian, sementara mereka yang merokok 1-9 batang sehari memiliki peluang dua kali lipat mengalami risiko mengonsumsi banyak resep opioid. Untuk risiko mereka yang dulunya merokok 10 batang atau lebih sehari, tapi kini sudah berhenti, juga dua kali lipat.
 
Penting untuk dicatat, bahwa mereka yang mendapatkan sedikitnya 12 kali resep opioid selama empat tahun tidak seharusnya kecanduan atau menyalahgunakan obat ini.

Namun, penelitian terbaru ini menyebutkan bahwa ketergantungan pada nikotin mungkin dapat memprediksikan bahwa akan lebih banyak opioid yang akan mereka konsumsi.

"Ada banyak bukti dari penelitian eksperimental bahwa nikotin dan opioid memodulasi efek masing-masing," tutur Skurtveit dan kawan-kawan seraya menyebutkan bahwa merokok juga dapat memengaruhi persepsi nyeri atau rasa sakit.

Dari hasil penelitian itu, para dokter hendaknya mengamati perilaku merokok pasiennya sebelum memutuskan untuk meresepkan opioid.