Go4HealthyLife.com, Jakarta – Orang dewasa yang memiliki asma yang sulit dikendalikan dengan pengobatan, tak perlu panik tapi cukup menyempatkan diri untuk berolahraga secara rutin.

Meski olahraga dapat memicu gejala asma pada sebagian orang, tapi ada juga bukti bahwa pasien asma yang aktif secara fisik cenderung dapat mengendalikan penyakit mereka dengan lebih baik ketimbang mereka yang malas berolahraga.

Untuk studi terbaru ini, Shilpa Dogra dan koleganya di York University di Toronto, Kanada, melibatkan 36 orang dewasa dengan gejala asma yang malas beraktivitas, dan asma mereka hanya sebagian yang dapat dikendalikan. Untuk mengatasi asma mereka, hampir semua pengobatan dilakukan, termasuk untuk upaya mencegah serangan asma.  

Tim peneliti mengajak 18 partisipan untuk mengikuti proram latihan selama 3 bulan, dengan jadwal tiga kali sepekan, yang meliputi jogging, berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda stasioner -- dan menjalani latihan penguatan sekali sepekan. Latihan itu kemudian dlanjutkan dengan program mereka sendiri selama tiga bulan berikutnya.

Sementara itu, 18 partisipan lainnya dimasukkan dalam kelompok sehat, dengan tetap menjaga kebiasaan gaya hidup mereka seperti biasa.

Setelah program latihan tiga bulan pertama, tim Dogra menemukan bukti bahwa kelompok olahraga dapat meningkatkan angka rata-rata dalam kuisioner standar yang mengukur kendali gejala asma -- yang mengubah status mereka dari kategori relatif terkendali menjadi terkendali dengan baik.

Selain itu, para penyuka olahraga melaporkan peningkatan nilai dalam kuisioner mengenai kualitas hidup terkait dengan asma, yang mengukur misalnya, seberapa banyak gejala asma itu membatasi aktivitas sehari-hari atau seberapa banyak mempengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan. 

Kelompok penyuka olahraga juga dapat menjaga nilai baik itu dalam program latihan yang dijalani sendiri di rumah, sementara skor dari kelompok sehat tak banyak berubah sejak studi itu dilaksanakan. Artinya, mereka tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari kegiatan yang mereka jalani setiap hari. 

Memang benar, beberapa studi sebelumnya menyebutkan olahraga dapat meningkatkan kualitas hidup yang terkait asma. Tapi studi ini adalah yang pertama yang menunjukkan bahwa olahraga juga dapat membantu mengendalikan gejala asma. 

"Pesan dari studi ini adalah bahwa latihan aerobik selama 30 menit dengan intensitas sedang hingga tinggi secara intensif selama tiga hari dalam sepekan dapat mendorong pengendalian asma," ujar Dogra.

Selain dapat membantu mengendalikan asma, olahraga juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung serta mengontrol berat badan. Namun, masih diperlukan penelitian lagi terkait dengan asma dan olahraga, terutama pada penderita asma anak-anak, apakah mereka mendapatkan manfaat yang sama dari olahraga seperti yang diperoleh orang dewasa.