(3)_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Mereka yang mengidap diabetes dan dirawat di rumah sakit karena memburuknya gejala penyakit paru yang dikenal sebagai
chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dipastikan akan lebih lama tinggal di rumah sakit dan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk meninggal ketimbang pasien COPD yang tak terkena diabetes.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh ketidakmampuan respons imun mereka akibat tingginya kadar gula darah yang memicu semakin parahnya infeksi, demikian hasil kajian para peneliti di Liverpool Hospital di Australia.
Para peneliti itu mengkaji rekaman medis pasien COPD yang dirawat di rumah sakit akibat memburuknya gejala COPD secara tiba-tiba selama 2007. Rata-rata lama rawat inap untuk pasien COPD yang juga memiliki diabetes adalah 7,8 hari, atau sekitar 10,3% lebih lama dari rata-rata lamanya rawat inap pasien COPD tanpa diabetes yang mencapai 6,5 hari.
Di antara pasien COPD yang dirawat di rumah sakit itu, tingkat kematian untuk pasien COPD dengan diabetes adalah 8%, bandingkan dengan pasien COPD tanpa diabetes yang sebesar 4%, kata tim peneliti dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal
Respirology.
"Jika diamati bersama dengan sejumlah hasil studi lainnya, studi kami menunjukkan bahwa diabetes merupakan faktor prognostik yang merugikan pada pasien COPD. Kami yakin dengan rajin memantau diabetes pada pasien COPD dapat membantu, setidaknya mengurangi masa rawat inap dan risiko kematian," kata ketua tim peneliti, Dr. Ali Parappil.