_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Berhati-hatilah jika Anda atau keluarga Anda mengalami dermatitis atopik, karena penyakit ini ternyata dapat mendongkrak risiko terkena kanker.
Dermatitis atopik adalah suatu peradangan menahun pada lapisan atas kulit yang menyebabkan rasa gatal. Penyakit ini merupakan salah satu jenis dari eksim, yang muncul dari reaksi terhadap alergi.
Namun, sejauh ini belum diketahui apakah peningkatan risiko ini terkait dengan pengobatan yang dijalani pasien, atau karena penyakit itu sendiri.
Sejauh ini banyak teori yang saling bertentangan terkait dengan apakah penyakit gatal pada kulit yang mendorong sistem imun beraksi ini lebih memicu atau tidak terhadap pasien dermatitis atopik untuk terkena kanker.
Untuk menyelidiki hal itu, Dr. Alejandro Arana dari Risk Management Resources dan rekan-rekannya menganalisis rekaman medis dari sekitar 4,5 juta orang di Inggris dan memantau riwayat medis mereka selama rata-rata 7 tahun.
Dalam studinya yang dimuat di
British Journal of Dermatology, Arana Cs mengatakan bahwa sekitar 1,5% dari mereka yang dianalisis itu menderita dermatitis atopik dan hanya sekitar 3% yang didiagnosis terkena kanker pada masa studi itu. Mereka yang menderita dermatitis atopik dalam studi itu rata-rata lebih muda 12 hingga 15 tahun ketimbang mereka yang menderita dermatitis atopik.
Secara keseluruhan, mereka yang tak mengalami dermatitis atopik lebih cenderung terkena kanker dibandingkan dengan mereka yang menderita penyakit kulit ini. Tercatat ada 129.272 kasus kanker pertama pada mereka yang tak menderita dermatitis atopik (sekitar 33 kasus per 10.000 orang per tahun) dan 700 kasus kanker pertama (sekitar 42 kasus per 10.000 orang per tahun) pada mereka yang menderita dermatitis atopik.
Tapi ketika tim peneliti mengeluarkan pengaruh perbedaan usia dan mengamati masing-masing kelompok usia spesifik, maka pola itu berubah. Pada setiap usia, tingkat kasus kanker lebih tinggi pada pasien dermatitis atopik.
Pola umum itu bertahan ketika Arana dan kawan-kawan mengamati secara spesifik lymphoma, melanoma, dan kanker kulit non-melanoma. Ketika diamati berdasarkan kelompok usia, mereka yang mengidap dermatitis atopik memiliki kemungkinan sekitar 1,5 kali lebih tinggi terdiagnosis beberapa jenis kanker selama studi itu diandingkan dengan mereka yang tak menderita dermatitis atopik.
Namun hasil itu belum membuktikan bahwa menderita dermatitis atopik dapat menyebabkan kanker, ujar tim peneliti.