_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Khasiat vitamin D dan E tak cuma untuk mempertahankan kekuatan tulang dan menjaga kecantikan kulit, tapi kedua vitamin ini juga dapat mempertajam kemampuan otak, mencegah demensia, dan bahkan melindungi dari serangan penyakit Parkinson.
Hal itu terbukti dalam tiga studi terbaru, meski masih perlu pengkajian lebih lanjut untuk membuktikan temuan itu.
Dalam studi pertama, tim peneliti Inggris mengaitkan antara kadar rendah vitamin D dengan tingginya risiko terkena demensia, sedangkan studi yang dilakukan ilmuwan Belanda menemukan fakta bahwa mereka yang menjalani diet kaya vitamin E dapat menurunkan risiko mengalami demensia, termasuk Alzheimer.
Dan untuk studi ketiga yang digarap peneliti asal Finlandia, ditemukan adanya hubungan antara kandungan tinggi vitamin D dalam darah dengan rendahnya risiko terkena penyakit Parkinson.
Untuk studi pertama yang diterbitkan dalam
Archives of Internal Medicine, tim peneliti yang dipimpin David J. Llewellyn dari University of Exeter di Inggris menemukan fakta bahwa di antara 858 orang lanjut usia, mereka yang di dalam darahnya tak banyak mengandung vitamin D akan rentan mengalami demensia.
Faktanya, mereka yang di dalam darahnya mengandung vitamin D kurang dari 25 nanomoles per liter, memiliki kemungkinan 60% lebih tinggi mengalami penurunan dalam kemampuan berpikir, belajar dan mengingat selama penelitian yang berlangsung enam tahun itu.
Selain itu, mereka memiliki kemungkinan 31% lebih besar untuk mencatat skor rendah dalam tes yang mengukur fungsi otak ketimbang mereka yang cukup kandungan vitamin D dalam darahnya.
"Belakangan semakin banyak yang mengonsumsi suplemen vitamin D, karena ada anggapan vitamin ini dapat mengurangi risiko banyak penyakit," kata Dr. Andrew Grey, dosen kedokteran di University of Auckland, Selandia Baru.
Dalam studi berikutnya yang mengaitkan vitamin D dengan kesehatan otak, tim peneliti yang dipimpin Paul Knekt bersama koleganya di National Institute for Health and Welfare di Helsinki, Finlandia, menemukan bukti bahwa mereka memiliki kadar serum vitamin D lebih tinggi akan kecil kemungkinannya terkena Parkinson.
Dalam studinya
, Knekt dan kawan-kawan mengumpulkan data dari sekitar 3.200 laki-laki dan perempuan Finlandia berusia 50 hingga 79 tahun yang tidak memiliki penyakit Parkinson ketika studi dimulai.
Selama pengamatan 29 tahun, 50 orang terkena Parkinson. Tim peneliti mengkalkulasi mereka dengan kadar vitamin D tertinggi memiliki risiko 67% lebih rendah untuk terkena Parkinson ketimbang mereka yang kadar vitamin D-nya terendah.
Untuk studi ketiga yang diterbitkan dalam
Archives of Neurology, menemukan bukti bahwa mengonsumsi makanan kaya vitamin E dapat mencegah terjadinya demensia dan Alzheimer. Makanan-makanan ini meliputi margarin, minyak bunga matahari, mentega, minyak sayur dan minyak kedelai.
Dalam studi yang dipimpin Elizabeth E. Devore dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, mengumpulkan data tentang diet dari sekitar 5.400 orang yang berusia 55 tahun atau lebih yang tidak menderita demensia antara 1990 dan 1993. Dalam penelitian selama 9,6 tahun, 465 orang mengalami demensia, dan 365 orang terdiagnosis Alzheimer.
Tim Devore mengatakan mereka yang mengonsumsi paling banyak vitamin E (sepertiga dari seluruh partisipan) memiliki peluang 25% lebih kecil terkena demensia, dibandingkan dengan mereka yang paling sedikit mengonsumsi vitamin E.
"Otak adalah wilayah dengan aktivitas metabolis tinggi, yang membuatnya rentan mengalami kerusakan oksidatif, dan akumulasi lambat dari kerusakan itu selama bertahun-tahun dapat memicu terjadinya demensia," kata Devore dan kawan-kawan seraya menambahkan bahwa vitamin E merupakan antioksidan kuat yang dapat membantu menghambat patogenesis demensia.