Go4HealhyLife.com, Jakarta - Ada kalanya karena alasan medis atau faktor lain, seorang pria harus melakukan operasi pengangkatan testis. Ini artinya hanya ada satu testis yang tersisa.

Bila menyangkut organ intim vital, tentu hal ini menimbulkan berbagai kecemasan, antara lain hambatan psikis akibat rasa kurang percaya diri, penurunan daya seksual, pengaruh fungsi ereksi (disfungsi ereksi), kemungkinan mandul, menurunnya kuantitas dan kualitas sperma yang dihasilkan hanya oleh satu testis, hingga ketakutan untuk melakukan masturbasi.

Di dalam testis diproduksi sel spermatozoa (benih pria), dan hormon testosteron yang penting bagi perkembangan alat kelamin, dorongan seksual, dan proses pembentukan spermatozoa. Produksi sel spermatozoa oleh dua buah testis yang normal, pada umumnya menjadikan seorang pria mempunyai kesuburan normal.

Namun jika hanya satu yang berfungsi, kesuburan mungkin saja terganggu meski tidak menutup kemungkinan akan berfungsi normal. Hal ini terjadi jika testis tunggal mengambil alih fungsi testis yang lain dan tetap berfungsi baik.

Pada umumnya testis yang melakukan kerja ganda ukurannya lebih besar daripada ukuran normal. Demikian juga dengan produksi hormon testosteron yang bertanggung jawab bagi dorongan seksual. Walau hanya satu, umumnya dorongan seksual tetap normal, sehingga fungsi ereksi dan hubungan seksual tetap bisa berjalan baik.

Jika testis yang ada tidak mampu memproduksi sel spermatozoa, maka kemungkinan besar kemandulan akan terjadi. Untuk mengetahui secara pasti harus melewati pemeriksaan laboratorium, karena tidak bisa diidentifikasi lewat bentuk fisiknya (kekentalan, warna dll).

Masturbasi tidak berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh selama tidak dilakukan secara berlebihan. Tidak juga mengakibatkan sperma habis, karena cairan sperma dan sel spermatozoa tetap diproduksi selama testis yang ada tetap sehat dan faktor yang berpengaruh tetap baik, demikian seperti dilansir Vi-lounge.com.