
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Apakah Anda sudah memahami soal sakit maag? Ketimbang selalu salah-kaprah mengenai sakit maag, yang pada akhirnya malah berakibat menyesatkan, coba deh simak sejumlah pelurusan mitos sakit maag berikut ini:
1.
Mitos: Sakit maag semata karena kesalahan saya
Fakta: Terlalu banyak penderita sakit maag meyakini mereka sendirilah sebagai penyebab segala derita nyeri lambung. Meski gaya hidup dan pengaruh makanan-minuman yang dikonsumsi dapat memperburuk gejala sakit maag, sejumlah orang telah melakukan perubahan signifikan untuk mencegah sakit maag dan namun tetap saja mereka mengalaminya. Sakit maag merupakan kondisi medis dengan penyebab biologis yang riil. Nah, penderita sakit maag tak harus menyalahkan diri-sendiri jika serangan sakit itu datang, atau merasa malu.
2.
Mitos: Sakit maag tak bisa dikendalikan
Fakta: Orang yang menderita sakit maag tak harus terus menderita diam-diam. Perubahan pola makan dan gaya hidup serta ketersediaan antasida yang dapat dibeli di pasaran dapat membantu meringankan derita itu.
3.
Mitos: Sakit maag itu urusan kecil, hal remeh-temeh
Fakta: Sakit maag itu umum kok, tapi bukan hal remeh-temeh. Sejatinya, sakit maag yang terlalu sering kambuh dapat berdampak pada produktivitas, aktivitas harian dan kualitas hidup bagi orang yang mengalaminya. Sakit maag yang persisten dapat menyebabkan gejala dari kondisi yang lebih kronis, yaitu GERD, yang jika tak diobati dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti borok di kerongkongan, asma, batuk kronis, dan kanker esofagus.
4.
Mitos: Mengunyah mint setelah makan malam dapat membuat tidur nyenyak
Fakta: Mint umumnya bukan cara bagus untuk memastikan tidur malam yang nyenyak bagi penderita gangguan sakit maag. Faktanya, mengonsumsi mint dikombinasikan dengan cokelat dan posisi berbaring, malah memicu terjadinya gejala sakit maag berupa nyeri lambung. Siapa bilang Anda bakal mimpi indah?
5.
Mitos: Antasida bukan obat yang sesungguhnya
Fakta: Sejumlah orang yakin bahwa antasida yang dijual bebas di pasaran bukanlah obat yang sesungguhnya. Faktanya, antasida tetaplah obat. Anda harus tetap membaca petunjuk pemakaian. Jika digunakan sebagaimana mestinya, antasida ini efektif meredakan sakit maag. Namun jika Anda tengah mengonsumsi obat-obatan, pastikan dokter Anda mengetahuinya, karena antasida dapat berinteraksi jika dipakai bersama obat lain.
6.
Mitos: Saya harus hidup dengan sakit maag
Fakta: Beberapa orang tak percaya bahwa sakit maag bisa dicegah, namun beberapa obat yang dijual bebas sesungguhnya dapat mencegah terjadinya sakit maag, karena obat tersebut dapat meringankan gejala-gejala sakit maag. H2 blockers misalnya, dapat mengurangi asam hingga 12 jam. Proton pump inhibitors (PPIs), lebih efektif menghambat produksi asam dan secara efektif mengobati gejala sakit maag untuk 24 jam.
7.
Mitos: Jika saya konsumsi obat untuk menekan asam, makanan tak bisa dicerna
Fakta: Tubuh memproduksi asam untuk membantu memecah makanan di lambung dan membunuh bakteri berbahaya. Asam bekerjasama dengan substansi lain di lambung (enzim) untuk memecah makanan. Jadi meski Anda konsumsi obat pernghambat produksi asam, namun asam lambung tetap diproduksi dalam jumlah cukup agar pencernaan makanan tetap berlangsung.
Nah, semoga Anda dapat menjalani puasa dengan tenang, terbebas dari siksaan sakit maag ya.