Go4HealthyLife.com, Jakarta – Alat kontrasepsi intrauterine device (IUD) dinilai efektif 100% untuk kontrasepsi darurat. Hal itu tergambar dalam sebuah studi yang melibatkan sekitar 2.000 wanita China yang memakai alat ini 5 hari setelah melakukan hubungan intim tanpa pelindung.
Alat yang disebut Copper T380A, atau Copper T - bahkan terus efektif dalam mencegah kehamilan setahun setelah alat ini ditanamkan dalam rahim.
"Ini merupakan pilihan kontrasepsi darurat yang terbaik sejauh ini," ujar Dr. James Trussell, yang meneliti metode pengendalian kelahiran di Princeton University, namun ia tidak terlibat dalam studi terbaru ini.
Copper T, yang dipasarkan sebagai ParaGard di Amerika Serikat, alat yang terbuat dari plastik lentur berbentuk T yang dibungkus lapisan tembaga untuk kemudian dimasukkan ke dalam rahim. Alat ini bekerja dengan menghentikan sperma sehingga tidak mencapai sel telur dan mencegah embrio tertanam di dinding rahim.
Dalam studi yang dipimpin Dr. Shangchun Wu dari National Research Institute for Family Planning di Beijing, China, tim peneliti memantau hampir 2.000 wanita China yang memakai Copper T setelah menjalani terapi di sejumlah klinik program keluarga berencana untuk kontrasepsi darurat. Seluruh partisipan itu telah melakukan hubungan intim tanpa pelindung 5 hari sebelumnya.
Para wanita itu kembali ke klinik untuk pemeriksaan lanjutan selama 1, 3, dan 12 bulan setelah Copper T dimasukkan ke rahim mereka.
Dari wanita yang kembali ke klinik untuk pemeriksaan yang pertama - semuanya kecuali 70 - tidak hamil.
Sekitar tigaperempat dari para wanita itu kembali ke klinik setahun setelah memakai Copper T dan tetap menggunakannya. Tercatat empat wanita hamil meski Copper T masih tertanam di rahim mereka selama setahun.
Setelah setahun, sekitar 100 wanita tak lagi menggunakan Cooper T dengan berbagai alasan, salah satunya karena efek samping.
Copper T banyak dipakai di AS untuk mengendalikan kelahiran jangka panjang dan alat ini dapat dipakai hingga 10 tahun. Meski Cooper T sudah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk kontrasepsi reguler, sejumlah dokter dapat memakainya untuk kontrasepsi darurat, papar Trussell.
Sebelum dilakukan studi ini, ujar Dr. Emily Godfrey, salah satu penulis studi dari University of Illinois Medical Center, ada tanda-tanda dari studi skala kecil bahwa Copper T efektif sebagai alat kontrasepsi darurat, meski diakuinya belum ada bukti dari sejumlah uji klinis dengan skala lebih besar.
Sejumlah studi sebelumnya mengestimasikan bahwa di antara wanita yang menggunakan Copper T dalam 5 hari setelah melakukan hubungan seks tanpa pelindung, sekitar 1 dari 1.000 wanita hamil, kata Godfrey. Sementara hasil temuan dari tim Godfrey menunjukkan bahwa Copper T bahkan lebih efektif.
Sementara Plan B, pil untuk kontrasepsi darurat, menyebutkan bahwa 1 dari 100 wanita akan hamil jika mereka minum obat ini tiga hari setelah berhubungan intim.
Namun, meski Copper T lebih efektif, tak banyak wanita di AS yang memilihnya untuk kontrasepsi darurat. Alasannya, pil lebih mudah penggunaannya dan mudah dibeli di apotik, sedangkan Copper T masih harus ditanamkan di dalam rahim oleh dokter, sehingga cukup rumit dan makan waktu bagi wanita yang hanya punya sedikit waktu.
Kini semua tergantung pada wanita yang menginginkan kontrasepsi darurat, dan jangan lagi menganggap Copper T ini seperti IUD pada era 1970-an karena Copper T ini tidak menyebabkan infeksi.