Go4HealthyLife.com, Jakarta - Menjauhlah dari rokok dan asap tembakau tidak akan mengganggu kesehatan Anda. Benarkah demikian? Sepertinya itu jawaban yang salah.

Berdasarkan sebuah studi terbaru, paparan terhadap asap rokok meskipun kadarnya rendah, tetap saja dapat menyebabkan kerusakan sel yang amat penting untuk bernapas. Celakanya, kerusakan sel akibat paparan asap rokok ini tak dapat diperbaiki lagi.

Kerusakan sel biasanya terjadi di kalangan perokok "bebas" dan kerusakan ini bahkan juga terjadi setelah seseorang terpapar asap rokok yang diembuskan orang lain, atau yang biasa disebut sebagai perokok pasif.

Untuk tahap awal, kerusakan sel yang tidak parah, biasanya terjadi akibat paparan asap rokok yang sifatnya kumulatif dan dalam jangka panjang. Kondisi dapat memicu chronic obstructive pulmonary disease (COPD), yaitu penyakit pernapasan kronis, dan bahkan kanker paru.

"Sudah lama diketahui bahwa perokok pasif atau mereka yang kadang merokok, berisiko bagi kesehatan Anda," kata penulis studi, Dr. Ronald Crystal, kepala bagian pernapasan di NewYork-Presbyterian Hospital/Weill Cornell, New York City.

Namun, sejauh ini belum diketahui seberapa rendah paparan terhadap asap rokok yang dapat merusak sel pernapasan. 

"Kami menemukan bahwa jika kami dapat mendeteksi nikotin di dalam urine, kami juga dapat mendeteksi perubahan gen di dalam sel pernapasan," ujar Crystal, yang juga ketua fakultas kedokteran genetis di Weill Cornell Medical College.

Yang perlu digarisbawahi adalah, tak ada batasan seberapa banyak merokok atau terpapar asap rokok yang tidak merusak sel paru. Meski Anda seorang perokok kambuhan atau yang merokok kadang-kadang, tetap saja Anda memiliki risiko. Jadi, jangan pernah berpikir bahwa merokok sebatang dua batang dalam sepekan akan membuat Anda bebas dari penyakit. 

Demikian juga untuk asap rokok yang diembuskan oleh orang lain (secondhand smoke), jika Anda bekerja di lingkungan yang dipenuhi perokok, langkah terbaik adalah meminta mereka berhenti merokok atau Anda yang keluar dari tempat kerja jika Anda masih menyayangi kesehatan Anda. Bagaimana jika ada anggota keluarga yang merokok? Anda harus memintanya untuk merokok di luar rumah.

Hasil studi telah dipublikasikan di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.