Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Waspadalah, Antioksidan Polifenol Ini Berbahaya
http://www.go4healthylife.com/articles/2228/1/Waspadalah-Antioksidan-Polifenol-Ini-Berbahaya/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 17 Februari 2012
 
Mungkin sudah banyak yang mengetahui manfaat kesehatan dari antioksidan polifenol, yaitu senyawa yang ditemukan dalam banyak jenis buah dan sayuran, tapi sedikit yang paham bahwa ada polifenol tertentu yang justru dapat merugikan kesehatan.


Go4HealthyLife.com, Jakarta - Mungkin sudah banyak yang mengetahui manfaat kesehatan dari antioksidan polifenol, yaitu senyawa yang ditemukan dalam banyak jenis buah dan sayuran, tapi sedikit yang paham bahwa ada polifenol tertentu yang justru dapat merugikan kesehatan.

Para ahli gizi dari Penn State dalam studinya menemukan fakta bahwa mengonsumsi polifenol tertentu dapat menurunkan jumlah kandungan zat besi yang diserap tubuh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi.

"Polifenol sudah lama diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan umat manusia, seperti mencegah atau menunda munculnya jenis kanker tertentu, meningkatkan metabolisme tulang, meningkatkan densitas mineral tulang dan menurunkan risiko penyakit jantung," kata Okhee Han, asisten dosen ilmu gizi.

Tapi tanpa disadari oleh banyak pihak, ternyata polifenol tertentu berpotensi mempengaruhi penyerapan gizi.

Tim peneliti yang dipimpin Han, mengamati efek mengonsumsi ekstrak biji anggur dan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang terdapat dalam teh hijau. Dalam penelitiannya, para ahli itu menggunakan sel dari saluran pencernaan -- yaitu tempat di mana penyerapan zat besi dilakukan -- untuk mengetahui dampak dari polifenol.

Dari situ diketahui bahwa polifenol melekat pada zat besi di sel-sel saluran pencernaan. Ikatan zat besi-polifenol ini tak dapat memasuki aliran darah. Sebaliknya kedua zat ini dikeluarkan bersamaan dengan kotoran ketika sel di saluran pencernaan mati atau berganti sel baru.  

Padahal, zat besi ini penting untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan juga untuk menunjang fungsi-fungsi selular lainnya. Mereka yang sudah memiliki risiko kekurangan zat besi, akan mengalami peningkatan risiko jika mereka banyak makan ekstrak biji anggur atau EGCG.   

"Kekurangan zat besi merupakan prevalensi kekurangan gizi yang paling sering terjadi di dunia, terutama di negara-negara berkembang di mana tak tersedia banyak asupan daging," kata Han.

Mereka yang berisiko tinggi mengalami kekurangan zat besi, menurut Han, seperti ibu hamil dan anak-anak, harus hati-hati dengan jenis polifenol yang mereka konsumsi.   

Han dan koleganya mengamati bentuk heme (non-protein) zat besi yang ditemukan pada daging, unggas, dan ikan. Tahun lalu, mereka melakukan penelitian serupa dengan zat besi non-heme yang ditemukan pada tumbuhan. Mereka menerbitkan hasil penelitian mereka terhadap ekstrak biji anggur dan EGCG dalam Journal of Nutrition, dan menunjukkan bahwa mengonsumsi polifenol menurunkan penyerapan zat besi oleh tubuh.

Kedua ekstrak biji anggur dan EGCG dijual dalam bentuk ekstrak. Hasil studi ini menunjukkan bahwa konsumen harus berhati-hati jika menggunakan produk tersebut.