Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Musim Pengaruhi Keparahan Multiple Sclerosis
http://www.go4healthylife.com/articles/2298/1/Musim-Pengaruhi-Keparahan-Multiple-Sclerosis/Page1.html
 Eny Wibowo
 31 Agustus 2010
 
Tingkat keparahan multiple sclerosis (MS) kemungkinan berubah dengan pergantian musim, demikian ditandaskan para peneliti Amerika Serikat.


Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tingkat keparahan multiple sclerosis (MS) kemungkinan berubah dengan pergantian musim, demikian ditandaskan para peneliti Amerika Serikat.

Pemindaian otak dari pasien dibandingkan dengan pola musim pada saat itu menunjukkan aktivitas penyakit dalam level yang lebih tinggi pada musim semi dan panas.

Para peneliti menyatakan temuan tersebut berimplikasi untuk pengujian obat baru, yang kemungkinan menunjukkan hasil yang berbeda bergantung musimpadasaat itu.

Namun tidak jelas mengapa musim panas memiliki efek negatif terhadap MS.

Studi lain menunjukkan bahwa vitamin D dari paparan sinar matahari kemungkinan memiliki efek proteksi terhadap MS, sebuah kondisi peradangan jangka panjang pada sistem saraf pusat.

Untuk studi tersebut, para peneliti membandingkanpemindaian otakMRI dari 44 orang yang diambil pada periode 1991-1993 terhadap suhu harian, radiasi sinar matahari dan pengukuran curah hujan pada waktu yang sama.

Orang dewasa pada studi tersebut, yang tidak mendapatkan terapi MS, dilakukan pemindaian selama 8 minggu kemudian diikuti pemeriksaan selama enambulan atau rata-rata 22 pemindaian per orang.

Setelah satu tahun, 310 lesi otak ditemukan pada 31 orang, demikian data yang dilaporkan pada jurnal Neurology.

Lesi terlihat tiga kali lebih banyak muncul pada bulan-bulan yang hangat, yaitu musim semi dan panas.

Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas penyakit baru dan intensitas aktivitas penyakit dan bulan-bulan yang hangat.

Kepala studi Dr Dominik Meier dari Brigham and Women's Hospital di Boston mengatakan tidak hanya ditemukan lesi lebih banyak pada musim semi dan panas, studi tersebut juga menemukan bahwa suhu hangat dan radiasi matahari dikaitkan dengan aktivitas penyakit.

Sementara itu Dr Anne Cross dari Washington University School of Medicine menambahkan bahwa studi ini menjadi penting karena menganalisis data dari awal tahun 1990-an, sebelum pengobatan untuk kekambuhan MS disetujui. Jadi tampaknya pengobatan tidak akan berdampak pada hasil.

"Studi lebih lanjut harus mengeksplorasi mengapa dan bagaimana faktor lingkungan memainkan peran penting pada MS," ujar dia.

Dr Susan Kohlhaas, pejabat komunikasi riset di MS Society, menyatakan studi lebih jauh dibutuhkan untuk mengungkap hal ini. "Jika studi kecil ini divalidasi dalam studi yang lebih besar, maka berpotensi memengaruhi desain uji klinis," ujarnya seperti dilansir BBC News, Selasa (31/8).