Go4HealthyLife.com, Jakarta - Operasi untuk mengangkat ovarium (rahim) yang sehat memberikan berbagai manfaat terhadap perempuan berisiko tinggi, yaitu menurunkan ancaman kanker ovarium dan payudara, meningkatkan peluang mereka untuk hidup lebih lama, demikian menurut penelitian terbaru.

Studi tersebut merupakan yang terbesar saat ini, untuk menemukan keuntungan bagi operasi pencegahan yang membawa mutasi gen BRCA. Perempuan dengan gen yang 'salah' memiliki risiko kanker lebih tinggi secara dramatis dibandingkan perempuan lain, yaitu lima kali lebih besar mengalami kanker payudara dan 10 kali peluang lebih besar terkena kanker ovarium.

Studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association, Rabu (1/9), menemukan manfaat bagi perempuan dengan 2 varian gen BRCA, apakah sebelumnya mereka mmemiliki kanker payudara atau tidak.

Hasil penelitian ini memberikan  bukti lebih lanjut yang dirancang untuk perempuan yang mempertimbangkan pengangkatan rahim, sebuah operasi yang mengakhiri kesuburan, mendorong merekalebih cepat menuju menopause dini dan dapat menyebabkan osteoporosis atau masalah jantung di kemudian hari.

"Penting untuk mendapatkan informasi terbaik saat melakukan keputusan seperti ini (pengangkatan rahim)," kata penulis senior Timothy Rebbeck dari University of Pennsylvania School of Medicine seperti dilansir Associated Press.

Para peneliti mengikuti hampir 2.500 perempuan dengan mutasi BRCA di Austria, Inggris, Belanda dan Amerika Serikat. Semua perempuan bebas kanker saat studi dimulai. Mereka diamati selama kurang lebih 4 tahun. Sebagian besar perempuan lebih muda dari 50 tahun di awal studi.

Mereka mendapatkan konseling untuk membantu mereka memilih antara operasi atau meningkatkan skrining untuk deteksi kanker sejak dini.

Sepuluh persen perempuan tersebut memilih mastektomi dan 40% memilih pengangkatan rahim, sebagian memilih keduanya. Lebih dari separuh perempuan tersebut tidak melakukan operasi.

Perempuan yang memilih operasi pengangkatan rahim menunjukkan hasil impresif, antara lain:
- 1% yang kemudian didiagnosis dengan kanker ovarium yang muncul karena sel yang tidak terangkat oleh operasi, dibandingkan dengan 6% perempuan yang mempertahankan rahimnya.
- 11 persen yang didiagnosis dengan kanker payudara, dibandingkan dengan 10% yang mempertahankan rahimnya
- Sebanyak 3% yang menjalani operasi meninggal, dibandingkan dengan 10% yang tidak.

Studi tersebut juga menemukan mastektomi pencegahan dapat menurunkan risiko kanker payudara. Tidak ada kejadian kanker payudara pada perempuan yang payudaranya diangkat. Hal itu kemungkinan tidak mengejutkan, namun mastektomi dapat meninggalkan jaringan payudara yang bisa berubah menjadi kanker.

Studi tersebut bersifat observasi, yang berarti tidak dapat membuktikan satu pilihan lebih baik dari pilihan lainnya. Faktor lain dapat menyebabkan perbedaan pada laju kanker pada perempuan.

Laju kenaikan risiko pembawa BRCA sangat menakutkan. Pada populasi umum, sekira 12 dari 100 perempuan akan memiliki kanker payudara sepanjang  hidupnya,dibandingkan dengan sekira 60-100 perempuan yang memiliki gen BRCA yang rusak, demikian menurut National Cancer Institute. Untuk kanker ovarium, risiko sepanjang hayat pada populasi umum sekira 1 dalam 100 dibandingkan 15-40 pada 100 perempuan dengan mutasi BRCA.