Go4HealthyLife.com, Jakarta - Menyusui bayi terlahir prematur ternyata memberikan berbagai manfaat, seperti menurunkan angka kejadian infeksi telinga pada bayi hingga membantu menurunkan berat badan pada ibu pascapersalinan.

Menyusui pada bayi prematur tidak hanya memberikan manfaat seperti bayi cukup bulan yang diberikan ASI, namun bayi prematur juga menerima sejumlah manfaat khusus dari ASI, yang memang dibutuhkan bayi yang lahir belum cukup bulan.

Bayi prematur memiliki sistem saluran cerna yang belum sempurna, dan ASI merupakan makanan terbaik bagi saluran cerna mereka yang masih lemah. Sejumlah studi menunjukkan bahwa bayi prematur mencerna ASI lebih baik dibandingkan susu formula.

Protein ternyata sulit dicerna oleh usus bayi yang belum sempurna. Bayi yang alergi susu, sejatinya mereka alergi terhadap protein yang terkandung dalam susu. Salah satu manfaat memberikan ASI pada bayi prematur adalah, usus bayi dapat mencerna protein ASI dengan lebih mudah. ASI mengandung whey yang jauh lebih gampang dicerna ketimbang susu formula, tubuh juga mencerna whey dengan lebih mudah dan cepat.

Bayi prematur biasanya lahir dengan berat badan rendah, sehingga pertumbuhan yang baik amat penting untuk mereka. ASI mengandung lipase, yang membantu bayi prematur mencerna lemak dalam ASI dengan lebih sempurna. Penyerapan lemak yang lebih baik merupakan manfaat penting memberikan ASI pada bayi prematur.

ASI mengandung laktosa (gula) dan oligosakarida (sejenis karbohidrat). Bayi prematur menyerap hingga 90% laktosa pada ASI, yang membantu mereka menyerap mineral dengan lebih mudah. Oligosakarida menghalangi perlekatan bakteri berbahaya pada mukosa usus,  yang diduga berkontribusi pada menurunnya risiko necrotizing enterocolitis (NEC) pada bayi prematur yang mendapatkan ASI.

Sebagian besar bayi prematur berisiko terkena infeksi yang kadang-kadang bisa menjadi masalah serius sehingga manfaat sistem kekebalan tubuh dari ASI sangat membantu bayi prematur.

Karbohidrat pada ASI membantu mencegah penempelan bakteri pada membran mukosa bayi, sehingga bayi yang mendapat ASI jarang sakit.

Perlindungan terhadap penyakit tertentu merupakan manfaat yang bisa dipetik bayi prematur yang mendapatkan ASI. Bayi prematur yang mendapatkan ASI misalnya, risiko terkena NEC, sebuah komplikasi serius pada bayi prematur, akan menurun. ASI yang diberikan pada bayi prematur dapat menurunkan risiko terjadinya sepsis, meningitis, dan infeksi saluran napas seperti pneumonia dan bronchiolitis.
     
Seiring tumbuh kembang bayi, manfaat ASI pada bayi prematur juga akan bertambah. Meskipun hubungan antara sistem imunitas ibu dan bayi tidak bisa dipahami, ibu meneruskan  antibodi kepada bayi melalui ASI. Jika ibu dan bayi terkena flu, sistem imunitas ibu akan mengirimkan antibodi yang akan melawan flu tersebut melalui ASI. Mengingat bayi prematur lebih mudah sakit, manfaat sistem kekebalan ini penting artinya bagi mereka.

Bayi prematur yang diberi ASI juga mendapatkan manfaat nyata secara intelektual. Bayi prematur umumnya berisiko mengalami kelambatan perkembangan mental sehingga manfaat kognitif dari ASI penting bagi kecerdasan mereka.

Bayi yang mendapatkan ASI di awal kehidupan mereka terlihat memiliki fungsi kecerdasan yang lebih baik saat menginjak usia batita. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dengan berat badan rendah yang mendapatkan ASI (bahkan jika dikombinasikan dengan formula) mendapatkan angka yang lebih tinggi pada perkembangan kecerdasannya di usia 30 bulan.

Manfaat intelektual dari ASI tidak berhenti hingga bayi disapih. Pada usia 7,5-8 tahun, anak-anak yang mendapatkan ASI (yang terlahir prematur) memiliki angka IQ yang lebih tinggi dibandingkan bayi lain yang tidak mendapatkan ASI.

Sementara bagi ibu, memberikan ASI untuk bayi (prematur) juga memberikan manfaat ekstra. Bayi prematur uumnya dirawat di ruangan khusus, NICU, yang kerap membuat ibu merasa terintimidasi atau tidak berdaya. Memberikan ASI pada bayi prematur merupakan hal penting yang bisa dilakukan ibu, yang tak bisa dilakukan peralatan di rumah sakit.

Dengan menyusui, ibu membakar kelebihan kalori sehingga mempercepat proses pemulihan bentuk badan sebelum hamil. Hormon yang dihasilkan saat menyusui membuat rahim kembali ke ukuran semula dengan lebih cepat. Menyusui juga dapat mengurangi risiko ibu terkena kanker ovarium dan kanker payudara, demikian juga diabetes tipe 2. (foto: Google).