Go4HealthyLife.com, Jakarta - Kita kerap dengar ada hubungan negatif antara cacar air dan kehamilan. Sebenarnya, seberapa buruk pengaruh cacar air ini pada perempuan yang sedang hamil?

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan virus, sangat menular, dapat menyebabkan ruam yang gatal. Jika Anda terkena cacar air (varicella) selama kehamilan, risiko yang akan timbul tergantung kapan Anda terkena penyakit tersebut.

Menurut pakar kebidanan dan kandungan Mayoclinic.com, Roger W. Harms, M.D., jika cacar air terbentuk selama 20 minggu pertama kehamilan, khususnya antara minggu 8 hingga 20, bayi akan mengalami sedikit risiko kelompok gangguan cacat serius, dikenal dengan nama congenital varicella syndrome. Bayi yang mengidap congenital varicella syndrome mungkin akan mengalami belang pada kulit, cacat tulang dan otot, masalah penglihatan, keterbelakangan mental dan anggota badan kurang berfungsi sempurna.

Risiko lain yang mungkin terjadi berakhirnya kehamilan alias keguguran. Jika cacar air terbentuk selama beberapa hari menjelang persalinan, bayi mungkin akan mengalami infeksi yang mengancam jiwa.

Sebagian besar perempuan hamil kebal terhadap cacar air, akibat imunisasi atau saat kecil sudah mendapatkan penyakit ini. Jika Anda berencana hamil namun tidak kebal terhadap cacar air, minta dokter mengimunisasi cacar. vaksin cacar ini umumnya aman, namun demikian Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan tunggu minimal 4 minggu setelah vaksinasi sebelum mencoba hamil. Anda tidak yakin apakah pernah mendapatkan vaksin sebelumnya? Petugas kesehatan akan melakukan cek darah untuk memastikannya.

Jika Anda terkena cacar air dalam suatu waktu selama masa kehamilan, maka Anda berisiko tinggi terkena komplikasi, misalnya pneumonia. Jika Anda terkena cacar air selama kehamilan dan tidak kenal terhadap penyakit ini, segera hubungi dokter.  Dokter kemungkinan akan merekomendasikan injeksi produk immune globulin yang mengandung antibodi terhadap virus cacar air. Saat diberikan dalam 96 jam setelah terpapar cacar air, immune globulin dapat mencegah keparahan cacar air. Malangnya, sejauh ini belum jelas apakah terapi ini dapat membantu melindungi bayi di dalam kandungan.

Saat cacar air menyerang dalam masa kehamilan, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus oral untuk mengurangi keparahan penyakit, juga mengurangi risiko komplikasi.

Jika bayi terlahir dengan cacar air, dia dapat diobati dengan immune globulin tak lama setelah dilahirkan. Jika diberikan secepatnya, immune globulin biasanya dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. Jika dibutuhkan, obat antivirus juga bisa diberikan pada si jabang bayi, tentu atas seizin dokter.