Go4HealthyLife.com, Jakarta - Jika selama ini anda menggantungkan suplemen untuk meringankan nyeri di persendian, seperti  glukosamin dan kondroitin, maka Anda pantas kecewa.

Kajian terhadap 10 penelitian yang dilakukan oleh Bern University di Switzerland menemukan bahwa glukosamin dan kondroitin tidak memiliki manfaat pada kasus osteoarthritis (nyeri sendi) pada lutut atau pinggang.

Namun para peneliti mengungkapkan jika pasien nyeri sendi ingin tetap mengonsumsi suplemen tersebut tak jadi soal. Kedua suplemen itu dikatakan hanya memiliki manfaat plasebo, dimana gejala-gejala membaik karena pasien merasa lebih baik secara psikologis setelah mengonsumsi substansi tersebut.

Para peneliti menganalisis hasil tes terhadap 3.800 pasien, menaksir kadar perubahan rasa sakit setelah pasien mengonsumsi glukosamin, kondroitin atau keduanya secara bersama-sama.

Kemudian mereka membandingkan efeknya terhadap pasien yang mengonsumsi plasebo, demikian seperti dilaporkan di British Medical Journal.

Kepala peneliti Professor Peter Juni mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan plasebo, glukosamin, kondroitin dan kombinasinya tidak mengurangi nyeri sendi atau berdampak pada penyempitan ruang antar persendian.

"Pihak berwenang di bidang kesehatan dan asuransi kesehatan harus dicegah untuk membiayai pengobatan dengan glukosamin dan kondroitin," ujarnya.

Namun para peneliti menambahkan terus mengonsumsi kedua suplemen tersebut tidaklah membahayakan, jika mereka merasakan manfaatnya dan menggunakan uang mereka sendiri untuk membeli kedua suplemen tersebut.

Penjualan global untuk glukosamin hampir mencapai 1, 3 miliar poundsterling pada 2008, meskipun hanya sebagian sedikit didanai oleh NHS karena tidak direkomendasikan oleh NICE.

Glukosamin dan kondroitin merupakan kimia alami tubuh yang bertugas membuat tulang rawan (kartilago), shock absorber alami pada persendian yang mencegah tulang langsung bergesekan.

Beberapa glukosamin dan kondroitin dibuat oleh tubuh, namun mengonsumsinya sebagai suplemen diduga dapat memproduksi kartilago baru.

Namun demikian Dr James Kennedy dari Royal College of GPs mengungkapkan dia tak pernah meresepkan suplemen tersebut untuk pasiennya.

"Jika pasien mengonsumsi makanan seimbang, untuk apa mereka butuh suplemen?" ujarnya.