Go4HealthyLife.com, Jakarta – Sejumlah negara di dunia, Selasa (5/10), memberikan komitmen untuk mengucurkan dana US$ 11,7 miliar atau sekitar Rp 100 triliun untuk memerangi AIDS dan penyakit mematikan lainnya.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengumumkan komitmen itu di markas besar PBB di New York, tempat digelarnya pertemuan lebih dari 40 negara donor, yayasan swasta dan korporasi untuk mendukung kembali Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria selama 2011 hingga 2013.
Sebelumnya, Washington mengatakan mereka berkomitmen untuk menyumbang program PBB dalam memerangi AIDS, TBC dan malaria sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.
"Pada saat di mana begitu banyak negara melakukan pengetatan anggaran, komitmen ini memberikan pesan yang kuat. Ini menunjukkan bagaimana seriusnya para pemimpin dunia untuk melakukan sesuatu yang benar di luar wilayahnya," ujar Ban seraya menambahkan bahwa dukungan dana itu tetaplah belum mencukupi sehingga akan terus dilakukan mobilisasi dana lagi.
Sementara itu, Health GAP, sebuah lembaga swadaya masyarakat, mengungkapkan kekecewaannya dengan komitmen dana dari AS, karena jumlah itu turun US$ 2 juta dari yang diminta para pendukung Partai Demokrat di Kongres.
Namun, Departemen Luar Negeri AS menyebut komitmen itu merupakan bentuk dukungan penuh dari Negeri Paman Sam itu selama tiga tahun program memerangi AIDS, TBC dan malaria di seluruh dunia dan jumlah itu meningkat 38% dari investasi AS dalam program itu tiga tahun sebelumnya.
Dengan janji baru dari AS dan sumbangan dari pihak lainnya, Global Fund yakin akan ada 4,4 juta orang yang terinfeksi virus AIDS mendapatkan pengobatan antiretroviral, naik dari 2,5 juta pada akhir 2009.
Juga diyakini akan ada 2,5 juta anak yatim piatu dan anak-anak yang rentan terinfeksi mendapatkan bantuan setiap tahun, naik dari 1,4 juta anak tahun lalu.
Deplu AS juga mengatakan bahwa sekitar 610.000 wanita positif HIV akan mendapatkan layanan untuk mencegah penularan ibu terhadap anak setiap tahun, dibandingkan dengan 345.000 orang pada 2009.
Selain itu, dana tersebut juga dapat membantu pengobatan terhadap 3,9 juta pasien TBC setiap tahun, naik dari 1,4 juta pada 2009. Sementara untuk program malaria, dapat didistribusikan 110 juta kelambu insektisida untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini, naik dari 34 juta kelambu pada 2009.