Go4HealthyLife.com, Jakarta - Sebuah penelitian terbaru dari Swiss menyebutkan bentuk meditasi yang dikenal sebagai mindfulness (kesadaran) dapat membantu pasien yang menderita multiple sclerosis (MS).

Pasien yang menderita MS - penyakit sistem saraf yang biasanya muncul pada saat menginjak dewasa dan bisa menyebabkan kelemahan otot, masalah koordinasi/keseimbangan dan masalah berpikir dan memori, serta gejala lainnya - sering menderita depresi dan kecemasan.

Dalam studi ini, tim peneliti membandingkan pasien multiple sclerosis yang bermeditasi dengan pasien MS yang tidak melakukan meditasi. Dr. Musa Rodriguez, seorang profesor neurologi dan imunologi di Mayo Clinic di Rochester, Minnesotta, mengatakan meditasi aman dan lebih murah dibandingkan dengan obat yang dikonsumsi pasien MS.

"Pasien harus mencobanya dan melihat apakah hal itu sangat membantu bagi mereka," tambah Rodriguez.

Penelitian sebelumnya telah menyebutkan separuh dari pasien MS menderita depresi selama hidup mereka dan bahwa gangguan kecemasan mempengaruhi satu dalam empat pasien MS. Sekitar duapertiga mengatakan mereka merasa lelah, dan hingga 50 persen pasien mengatakan kelelahan merupakan gejala yang paling membuat mereka sulit beraktivitas.

Para peneliti di University Hospital Basel secara acak meminta 150 pasien MS untuk ambil bagian dalam program meditasi selama delapan pekan berdasarkan "kesadaran" atau menjalani perawatan medis yang teratur.

Para peserta dalam program meditasi kesadaran melaporkan tingkat kelelahan dan depresi yang lebih rendah selama enam bulan dibandingkan dengan mereka yang menjalani perawatan standar. Dan peserta meditasi memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sesuai dengan temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology edisi 28 September.

Faktanya, mereka yang dalam program meditasi mengalami perbaikan di hampir semua ukuran untuk kelelahan, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup, sementara mereka yang mendapatkan perawatan medis biasa sedikit mengalami penurunan di sebagian besar kondisi itu. Misalnya, mereka yang mengambil pelatihan kesadaran mengalami penurunan gejala depresi sebesar lebih dari 30 persen dibandingkan dengan peserta studi yang tidak mengikuti pelatihan.