Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Hindari Antibiotik untuk Obati Infeksi Telinga Bayi
http://www.go4healthylife.com/articles/2779/1/Hindari-Antibiotik-untuk-Obati-Infeksi-Telinga-Bayi/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 16 Februari 2012
 
Bayi yang diobati dengan antibiotik untuk infeksi telinga bagian tengah dan infeksi lainnya akan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit radang usus saat memasuki usia kanak-kanak.


Go4HealthyLife.com, Jakarta – Bayi yang diobati dengan antibiotik untuk infeksi telinga bagian tengah dan infeksi lainnya akan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit radang usus saat memasuki usia kanak-kanak.

Sebuah penelitian berskala kecil yang dilakukan para ilmuwan Kanada ini menemukan fakta bahwa di antara 36 anak-anak yang terserang kolitis ulserativa (ulcerative colitis) atau penyakit Crohn - dua bentuk utama penyakit radang usus - 58 persen setidaknya telah diresepkan satu antibiotik saat bayi berusia satu tahun.

Sebaliknya, hanya 39 persen dari 360 anak yang tak terkena radang usus yang diteliti sebagai perbandingan, pernah mendapatkan resep antibiotik selama tahun pertama kehidupan mereka.

Temuan yang dipublikasikan dalam American Journal of Gastroenterology ini tidak membuktikan bahwa penggunaan antibiotik sejak dini menyebabkan radang usus pada beberapa anak. Tetapi mereka mendukung teori bahwa faktor yang mempengaruhi keseimbangan antara bakteri "baik" dan "jahat" di dalam usus pada awal kehidupan dapat menyebabkan radang usus.

Baik kolitis maupun penyakit Crohn yang ditandai dengan peradangan kronis di usus, dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut dan diare. Kondisi ini diperkirakan timbul dari suatu reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh yang justru melukai jaringan usus di dalam tubuh, tetapi alasan yang mendasari adanya respons imun yang menyimpang itu masih belum jelas.

Ada komponen genetik untuk kasus radang usus, karena kondisi ini dapat muncul dalam keluarga. Namun, para ahli yakin bahwa lingkungan yang dapat memicu - seperti makanan, infeksi, atau paparan asap rokok - mungkin bergabung dengan kerentanan genetik untuk menyebabkan radang usus pada beberapa orang.

Studi terbaru ini tampaknya menjadi yang pertama untuk menarik benang merah yang menghubungkan antara penggunaan antibiotik di awal kehidupan dengan munculnya penyakit radang usus di masa kanak-kanak, menurut para peneliti.

Namun, rancangan penelitian ini belum memungkinkan ditariknya suatu kesimpulan tentang sebab-akibat, kata peneliti senior, Dr. Charles N. Bernstein, dari University of Manitoba di Winnipeg.
 
Studi dengan skala yang lebih besar serta penelitian laboratorium untuk mengetahui efek dari antibiotik umum pada berbagai jenis bakteri usus, masih diperlukan, katanya.

Secara teori, penggunaan antibiotik sejak dini bisa menciptakan ketidakseimbangan bakteri yang berpotensi menguntungkan dan berpotensi berbahaya yang membangun tempat tinggal di dalam usus selama tahun pertama kehidupan. Jika komposisi "mikroflora" usus ini diubah, sistem kekebalan tubuh dapat mulai bereaksi abnormal terhadap beberapa bakteri.

Untuk studi terbaru ini, Bernstein dan koleganya menganalisis catatan medis dari 36 anak yang didiagnosis terserang ulcerative colitis atau Crohn antara 1996 hingga 2008, pada usia rata-rata 8 tahun. Setiap anak itu dibandingkan dengan 10 anak yang tak terserang radang usus berdasarkan jenis kelamin, usia dan daerah tempat tinggal yang sama.

Para peneliti menemukan fakta bahwa anak-anak yang menderita radang usus lebih mungkin pernah diresepkan antibiotik selama tahun pertama kehidupan mereka - paling umum diberikan untuk kasus infeksi telinga bagian tengah, tetapi juga untuk infeksi pernapasan dan lainnya.

Secara keseluruhan, penggunaan antibiotik pada bayi dikaitkan dengan peningkatan tiga kali lipat risiko radang usus relatif terhadap anak-anak yang tidak diresepkan antibiotik pada tahun pertama kehidupan mereka.

Meski peningkatan risiko relatif itu cukup besar, namun risiko absolut setiap anak mengembangkan radang usus akibat penggunaan antibiotik - jika memang obat ini yang dituding menjadi biang keladinya, pada kenyataannya akan kecil, menurut Bernstein.

Hal ini masih ada kemungkinan bahwa ada faktor-faktor lain selain antibiotik sendiri yang dapat menjelaskan kaitan antara penggunaan obat ini sejak dini dengan risiko radang usus. Salah satu alternatifnya, menurut Bernstein, adalah bahwa kondisi tertentu biasanya diatasi dengan antibiotik - seperti infeksi telinga bagian tengah - berhubungan dengan peningkatan risiko radang usus.

Namun, ia menambahkan, mekanisme biologis yang mendasari keterkaitan ini masih belum jelas.

Untuk saat ini, Bernstein mengatakan bahwa temuan ini dapat menjadi pengingat untuk menghindari penggunaan antibiotik sembarangan selagi kita bisa. Orangtua harus menyadari bahwa antibiotik sering tidak diperlukan untuk mengatasi infeksi pernafasan, yang pada kenyataannya banyak disebabkan oleh virus dan bahkan tidak merespons terhadap antibiotik.

Meski kasus infeksi telinga bagian tengah begitu umum terjadi pada masa bayi, sekitar 80 persen anak justru sembuh tanpa antibiotik, menurut American Academy of Pediatrics. Dalam pedoman pengobatannya, lembaga ini mengatakan bayi dan anak-anak tanpa gejala berat sering dapat menunggu 48 sampai 72 jam sebelum memulai penggunaan antibiotik untuk melihat apakah infeksi itu dapat membaik dengan sendirinya.