Go4HealthyLife.com, Jakarta - Berhati-hatilah, jangan anggap enteng malaria. Pasalnya ilmuwan Inggris menemukan nyamuk pembawa malaria, Anopheles, di Afrika telah mengalami banyak evolusi genetis. Akibatnya spesies ini sulit dibasmi.
Peneliti dari Imperial College London mempelajari dua jenis nyamuk Anopheles gambiae, nyamuk penyebar malaria di Sahara Afrika. Kedua nyamuk ini dikenal sebagai M dan S.
Secara fisik kedua nyamuk ini tampak serupa, namun nyamuk ini telah berevolusi menjadi nyamuk dengan spesies yang berbeda. Evolusi ini dapat menghambat usaha pengontrolan malaria karena hanya efektif untuk satu jenis nyamuk saja, demikian menurut Sciencedaily.com.
"Dari studi baru ini, kita bisa melihat nyamuk berevolusi lebih cepat dari yang kita pikirkan dan parahnya strategi efektif menghalau satu jenis nyamuk tak efektif menghalau jenis lainnya," kata Mara Lawniczak dari Division of Cell and Molecular Biology Imperial College.
Penting untuk mengidentifikasi dan mengawasi perubahan genetis tersembunyi pada nyamuk jika kita ingin berhasil mengontrol malaria dengan menarget nyamuk, katanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 200 juta orang secara global terinfeksi malaria dan kebanyakan ditemukan di Afrika.