Go4HealthyLife.com, Jakarta - Gangguan sakit kepala akibat migrain saat haid tentu bukan hal yang menyenangkan. Untuk mereka yang ‘langganan’ mengalami hal ini, melakukan sejumlah langkah untuk meminimalkan sakit kepala, termasuk mengonsumsi obat, akan menjadi pilihan.

Untuk meredakan migrain saat haid, konsumsilah obat tak lama setelah kejadian sakit kepala muncul. Umumnya obat yang dipakai untuk meredakan migrain bukan saat haid juga akan efektif untuk mengurangi migrain saat haid.

Untuk mencegah migrain saat haid, konsumsilah obat sebelum datang haid dan lanjutkan selama durasi yang diprediksi sakit kepala akan terjadi. Mengonsumsi hormon seperti estrogen atau pengobatan terkait estrogen juga membantu untuk mencegah migrain.

Guna mencegah frekuensi dan durasi migrain haid, konsumsilan obat prophylactic (misalnya beta blocker, calcium channel blockers, convulsants, tricyclic antidepressants) yang normalnya digunakan pada basis berkelanjutan untuk mencegah migrain non-menstruasi.

Untuk perempuan yang melakukan upaya pencegahan namun masih mengalami sakit kepala, dosis pengobatan preventif dapat ditingkatkan sepanjang haid. Sebagai tindakan alternatif, dokter mungkin mencoba terapi hormon.

Karena penurunan kadar estrogen pada awal menstruasi merupakan pemicu migrain menstruasi, hormon estrogen pengganti sebelum haid banyak dipakai untuk mencegah migrain menstruasi. Koyo estradiol yang ditempelkan di kulit misalnya, dipakai 2 hari sebelum dan diteruskan selama 7 hari dimana diperkirakan sakit kepala akan terjadi selama periode haid. Namun demikian, dosis estrogen harus dimonitor secara ketat, karena dengan dosis yang tinggi justru akan memicu migrain pada seseorang yang rentan.

Sejumlah perempuan yang sulit untuk terapi migrain menstruasi mungkin terbantu dengan pil kontrasepsi kadar rendah untuk mengurangi fluktuasi estrogen, demikian dilansir MedicineNet.com.