Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Inilah 6 Masalah Psikologis Penyebab Disfungsi Ereksi
http://www.go4healthylife.com/articles/3110/1/Inilah-6-Masalah-Psikologis-Penyebab-Disfungsi-Ereksi/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 10 Februari 2012
 
Faktor psikologis bertanggung jawab terhadap 10-20% semua kasus disfungsi ereksi (ED) atau impotensi. Faktor ini kerap menjadi reaksi kedua yang mendasari penyebab fisik.

Go4HealthyLife.com, Jakarta – Faktor psikologis bertanggung jawab terhadap 10-20% semua kasus disfungsi ereksi (ED) atau impotensi. Faktor ini kerap menjadi reaksi kedua yang mendasari penyebab fisik, demikian menurut WebMD.

Dalam sejumlah kasus, efek psikologis mungkin muncul dari kekerasan di waktu kecil atau trauma seksual. Sejumlah masalah psikologis yang menyebabkan disfungsi ereksi antara lain:

1. Stres. Hal ini bisa terkait stres pekerjaan, keuangan atau akibat masalah pernikahan

2. Kecemasan. Saat seorang pria perah mengalami disfungsi ereksi, yang bersangkutan mungkin merasakan kecemasan hal itu akan terjadi lagi. Hal ini dapat menuntun pada terjadinya ‘kecemasan kinerja’ atau kegagalan melakukan seks dan secara konsisten menyebabkan disfungsi ereksi.

3. Perasaan bersalah. Seorang laki-laki mungkin merasa bersalah jika dia tak dapat memuaskan pasangannya.

4. Depresi.  Ini salah satu penyebab disfungsi ereksi, yang akan berdampak pada fisik dan psikis seseorang. Depresi bisa menyebabkan impotensi bahkan saat seorang pria berada dalam kondisi seksual yang nyaman. Obat yang digunakan untuk terapi depresi kemungkinan juga bisa menyebabkan impotensi.

5. Rasa percaya diri rendah. Hal ini terjadi kemungkinan karena episode disfungsi ereksi sebelumnya atau akibat masalah lain yang tidak terkait dengan kinerja seksual.

6. Perbedaan. Kemungkinan masalah timbul dari hubungan suami-istri atau akibat pengobatan yang digunakan.

Semua laki-laki pernah mengalami disfungsi ereksi pada suatu masa dalam hidupnya. Kecuali jika masalah itu persisten, terjadi lebih dari 50%, atau karena hal lain, segeralah mencari pertolongan  kepada dokter. Untuk pria yang mengalami impotensi karena masalah psikologis, terapi mungkin dibutuhkan.