_thumbmedium.jpg)
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Rheumatoid arthritis bagi kebanyakan orang mungkin tak dianggap sebagai penyakit berbahaya karena yang diserang adalah persendian sehingga tidak mengancam jiwa. Tapi berdasarkan penelitian terbaru, anggapan itu salah sama sekali.
Setahun setelah seseorang didiagnosis menderita rheumatoid arthritis, sebenarnya mereka memiliki peningkatan risiko sebesar 60 persen terhadap serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak terkena penyakit itu, demikian sebuah penelitian terbaru yang terbit di
Journal of Internal Medicine edisi Desember.
Penelitian ini melibatkan hampir 7.500 pasien yang didiagnosis rheumatoid arthritis, penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan peradangan menyakitkan pada lapisan sendi, dan lebih dari 37.000 orang yang tidak menderita penyakit ini. Penelitian dilakukan antara 1995 hingga 2006; masa tindak lanjut median lebih dari empat tahun dengan maksimum tindak lanjut selama 12 tahun.
Menurut para peneliti Swedia, risiko serangan jantung meningkat 60 persen satu hingga empat tahun setelah diagnosis rheumatoid arthritis, dibandingkan dengan orang tanpa penyakit ini, dan risiko ini tetap pada tingkat yang sama selama 5 hingga 12 tahun setelah diagnosis.
Selain itu, risiko dari setiap jenis penyakit jantung iskemik (aliran darah terhambat) meningkat 50 persen selama 1 hingga 4 tahun setelah diagnosis rheumatoid arthritis dibandingkan dengan mereka yang tidak didiagnosis penyakit ini, dan angka itu tetap selama 5 sampai 12 tahun setelah diagnosis.
"Temuan kami menekankan pentingnya pemantauan risiko jantung pasien dari saat mereka didiagnosis rheumatoid arthritis, karena risiko ini meningkat pesat dalam beberapa tahun pertama," kata ketua tim peneliti, Marie Holmqvist, dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia.
Ia menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan mekanisme yang mengaitkan kedua penyakit tersebut.