Go4HealthyLife.com, Jakarta - Tingkat harapan hidup masyarakat di kawasan Asia-Pasifik meningkat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada perbaikan standar hidup.

Namun, di balik membaiknya tingkat harapan hidup itu masih mencuat kasus kekurangan gizi. Berdasarkan catatan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), di kawasan Asia Pasifik tercatat 500 juta orang masih tetap kekurangan gizi.

Tingkat harapan hidup saat kelahiran di 22 negara Asia, tidak termasuk anggota OECD, Australia, Jepang, Selandia Baru dan Korea Selatan, adalah 71,6 tahun pada 2008, naik 14 tahun dari 1970, demikian laporan OECD yang dirilis Selasa (21/12).

Bandingkan dengan kenaikan sebesar sembilan tahun untuk masyarakat yang tinggal di zona OECD, yang mencakup 34 negara maju.

Kemajuan lainnya adalah penurunan tingkat kematian bayi, yang berkurang separuhnya 1980. Namun, dengan tingkat 30 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada 2008, itu masih enam kali lebih tinggi dari tingkat kematian bayi di negara yang tergabung dalam OECD.

Asupan kalori telah meningkat dari sekitar 2.300 kkal per orang per hari pada 1990 menjadi 2.500 pada 2007. Namun, lebih dari setengah miliar orang - 16 persen dari total penduduk di wilayah ini - tetap kekurangan gizi, menurut laporan itu.

Negara-negara di Asia membelanjakan lebih dari US$ 500 per orang per tahun untuk sektor kesehatan, bandingkan dengan lebih dari US$ 3.000 di negara-negara OECD.