
Go4HealthyLife.com, Jakarta - Bagi yang mengalami hidung tersumbat mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk kemungkinan menderita asma yang sudah parah.
Menurut hasil studi terbaru oleh tim ilmuwan dari Sahlgrenska Academy's Krefting Research Centre, kondisi asma yang sudah parah tampaknya lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya, seperti terlihat dari keluhan pada hidung yang dilaporkan pasien.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah
Respiratory Research itu melibatkan 30.000 peserta yang dipilih secara acak dari wilayah barat Swedia dan diajukan pertanyaan tentang berbagai aspek kesehatan.
"Ini adalah pertama kalinya bahwa prevalensi asma yang parah telah diperkirakan dalam studi populasi, yang mendokumentasikan sekitar 2% penduduk di Swedia barat menunjukkan tanda-tanda asma yang parah," kata Jan Lötvall, salah satu penulis studi dan profesor di Sahlgrenska Academy's Krefting Research Centre.
"Kami juga menemukan bahwa gejala gangguan hidung lebih menonjol, seperti rinosinusitis kronis, dengan kata lain hidung tersumbat dan hidung meler untuk jangka waktu yang panjang, dapat dikaitkan dengan asma yang lebih parah," katanya.
Jan Lötvall menunjukkan bahwa pasien yang melaporkan keluhan hidung, mungkin dibarengi dengan gejala minor dari saluran pernapasan bagian bawah, seperti mengi, sesak napas selama melakukan aktivitas fisik, dan terbangun di waktu malam karena masalah pernapasan - harus diselidiki untuk kemungkinan asma.
"Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh yang aktif dalam hubungannya dengan masalah hidung kronis dapat dihubungkan dengan asma parah, dan ini dapat mengarah pada bentuk-bentuk baru pengobatan dalam jangka panjang," kata Lötvall.
Pengobatan yang efektif untuk gangguan hidung dan keluhan sinus, secara teori, bisa mengurangi risiko asma yang parah, meskipun ini adalah sesuatu yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, ujarnya.
Hasil studi ini semakin menambah pemahaman kita tentang faktor yang berperan dalam kondisi asma parah, dan dapat membantu para peneliti klinis untuk memahami mekanisme mana yang menyebabkan asma menjadi lebih parah. Pada saat yang sama, Lötvall percaya bahwa para rofesional kesehatan harus menyadari kemungkinan asma parah jika menemukan pasien yang menunjukkan tanda-tanda masalah pada hidung, seperti hidung tersumbat, polip dan indera penciuman yang buruk.