Go4HealthyLife.com, Jakarta – Sebuah substansi yang ditemukan pada produk susu, asam trans-palmitoleat, tampaknya dapat melindungi terhadap penyakit diabetes, kata para peneliti.
Asam trans-palmitoleat yang ada pada susu, keju, yogurt dan mentega namun tidak dapat dibuat oleh tubuh.
Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 3.700 orang menemukan bahwa kadar asam trans-palmitoleat yang tinggi dihubungkan dengan berkurangnya risiko diabetes tipe 2.
Orang dengan kadar kadar asam trans-palmitoleat tertinggi risikonya terpangkas sebesar 60%, demikian menurut laporan Annals of Internal Medicine seperti dilansir BBC.
Pemimpin penelitian Dr Dariush Mozaffarian manyatakan adanya hubungan tersebut sangat menarik. “Hal ini mewakili hampir tiga kali lipat perbedaan risiko terbantuknya diabetes di antara individu dengan kadar asam lemak tertinggi ini dalam darahnya,” kata Dr Mozaffarian.
Deepa Khatri, penasihat klinis di Diabetes UK, menyarankan orang-orang sebaiknya tidak menggunakan hasil penelitian ini sebagai alasan untuk minum susu dan produknya dalam jumlah berlebihan guna mencegah terbentuknya risiko diabetes tipe 2.
“Susu dan produk susu memang mengandung kadar lemak yang tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan. Jadi disarankan untuk mengonsumsi susu dan produk susu dengan kadar lemak yang rendah,” kata Khatri.
Para pakar mengatakan penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk melihat apakah asam trans palmitoleat ini dapat memainkan peran yang berguna dalam mencegah diabetes tipe 2.
Sementara itu, mereka merekomendasikan bahwa semua orang, dengan atau tanpa diabetes, harus mempertahankan pola diet seimbang, rendah lemak, garam dan gula dengan memperbanyak buah dan sayur.
Studi terakhir tersebut menjejak kesehatan partisipan dalam periode 20 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan asam trans-palmitoleat dikaitkan dengan peningkatan kesehatan kadar kolesterol dalam darah, kadar insulin dan kepekaannya, bahkan saat faktor lain juga dihitung.
Pakar memperkirakan diabetes tipe 2 berdampak pada lebih dari 2,3 juta orang di Inggris.