Go4HealthyLife.com, Jakarta – Meskipun jutaan orang percaya bahwa tanaman herbal echinacea dapat meredakan flu, namun studi teranyar menegaskan tanaman itu hanya memiliki sedikit manfaat.

Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti mengatakan tidak merekomendasikan tanaman obat yang terkenal ini dapat membantu meredakan flu. Namun mereka juga tidak menyarankan orang-orang menghindari tanaman tersebut.

Echinacea sejak lama dipercaya sebagai penguat imunitas tubuh dan mencegah seseorang terkena flu (common cold). Selama bertahun-tahun berbagai studi mendapatkan kesimpulan yang saling bertentangan apakah tanaman obat itu benar-benar bekerja.

Pada studi teranyar yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine,  para peneliti mengadu suplemen echinacea dengan pil plasebo yang tidak aktif untuk meredakan gejala-gejala flu di antara 719 orang dewasa dan remaja.

Mereka mendapati bahwa pengguna echinacea pulih dari flu sedikit lebih cepat, rata-rata setengah hari lebih awal, dan dilaporkan gejala-gejala flu berkurang keparahannya. Namun meskipun perbedaan kecil itu tidak bermakna secara statistik, ada peluang tanaman obat ini bekerja.

"Formulasi echinacea ini tidak menunjukkan dampak yang besar,” kata kepala peneliti Dr. Bruce Barrett, dari University of Wisconsin-Madison. Dengan kata lain, ujarnya kepada Reuters Health, temuan tersebut tidak mengesampingkan kemungkinan manfaat sederhana.

Jadi apa artinya temuan ini bagi penderita flu? Menurut Barrett, itu tergantung. "Jika Anda orang dewasa yang mencoba echinacea sebelumnya dan merasa cocok dengan itu, studi ini tidak menyarankan Anda untuk berhenti mengonsumsinya,” kata dia. “Dengan kata lain, tidak apa-apa menggunakan atau tidak memakai tanaman obat tersebut.”

Masalah dengan common cold  adalah hal itu bisa disebabkan oleh 200 virus yang berbeda, dengan gejala seperti hidung tersumbat, sakit di tenggorokan dan batuk atau bersin hingga 2 minggu.

Ada sejumlah terapi yang dapat meredakan gejala, seperti asetaminofen untuk sakit kepala dan dekongestan untuk mengatasi hidung tersumbat. Tapi tampaknya obat flu hingga vitamin C tidak bermanfaat untuk mempercepat pemulihan dari infeksi tersebut. "Tidak ada terapi yang sejauh ini menunjukkan dapat mengurangi durasi flu,” kata Barrett.

Meskipun dekongestan atau penekan batuk dapat meredakan gejala sementara, namun zat itu bisa menyebabkan efek samping seperti pusing, mengantuk atau insomnia. Akibatnya, banyak orang mencari terapi alternatif yang dipandang lebih aman. Sebuah studi menemukan bahwa antara 2000-2006 warga Amerika membelanjakan uangnya antara US$ 100 juta – US$ 200 juta per tahun untuk echinacea saja.