Go4HealthyLife.com, Jakarta – Umumnya kanker butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang, namun ada sejumlah kanker tertentu yang bisa berkembang dengan cepat.
Para peneliti Inggris berhasil memecahkan misteri mengapa sejumlah kanker dapat berkembang dengan cepat.
Dr Peter Campbell dari Wellcome Trust Sanger Institute mengatakan banyak kasus kanker yang membutuhkan waktu bertahun-tahun atau puluhan tahun untuk berkembang. Namun ada juga pada sejumlah pasien kanker yang perkembangan penyakitnya muncul lebih cepat.
Menurut Campbell, dalam sejumlah kasus, satu ledakan tunggal di dalam sel bisa menyebabkan kerusakan banyak DNA. Temuan dari ini bertentangan dengan teori lama yang mengungkapkan bahwa kanker merupakan suatu konsekuensi dari terbentuknyai ratusan atau ribuan mutasi gen.
“Hal ini membantu menjelaskan mengapa beberapa orang bisa didiagnosis menderita kanker, padahal beberapa bulan sebelumnya tidak ditemukan tanda penyakit dalam pemeriksaan sinar X atau tes lainnya,” kata Campbell yang mengkaji kerusakan genetik pada 750 tumor seperti dilansir Dailymail.
Seperti dilaporkan dalam jurnal Cell, pada sebagian besar kasus, kerusakan kromosom pada kanker merambat naik selama bertahun-tahun. Tapi diperkirakan 1 dari 40 kasus tumor tidak berkembang secara semestinya dan berlangsung cepat.
"Hasil ini mengejutkan kami. Sepertinya dalam satu sel dan satu kejadian, ada satu atau lebih kromosom yang meledak dan menjadi ratusan fragmen. Jahitan fragmen ini akan bercampur aduk dan membentuk kerusakan gen sehingga kanker bisa berkembang dengan cepat,” ujarnya.
Dr Campbell mengungkapkan sel yang pecah ini mencoba menyatukan kembali potongan-potongan fragmen kromosom. Sayangnya proses penyatuan ini membentuk gen yang lebih pendek dan bisa menjadi satu jalan menuju kanker. Fenomena ini sangat umum terjadi pada kanker tulang, di mana pola kerusakan berbeda terlihat pada 1 dari 4 kasus yang ada.
Meskipun para peneliti belum terlalu yakin apa yang memicu kerusakan besar dibalik kanker instan ini, tapi kemungkinan akibat paparan sinar X dan sengatan matahari.
Dr Campbell menandaskan, jika peneliti dapat memahami hingga akarnya, maka bisa dipelajari cara mencegah kanker.