Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Ilmuwan Temukan Harapan Baru untuk Penyakit Autoimun
http://www.go4healthylife.com/articles/3520/1/Ilmuwan-Temukan-Harapan-Baru-untuk-Penyakit-Autoimun/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 17 Januari 2011
 
Para ilmuwan telah menemukan sebuah protein yang bertindak sebagai 'pengubah utama' untuk menentukan apakah sel-sel darah putih tertentu akan meningkatkan atau mengurangi peradangan, sebuah temuan yang mungkin membantu menemukan obat baru untuk rheumatoid arthritis (RA).

Go4HealthyLife.com, Jakarta - Para ilmuwan telah menemukan sebuah protein yang bertindak sebagai 'pengubah utama' untuk menentukan apakah sel-sel darah putih tertentu akan meningkatkan atau mengurangi peradangan, sebuah temuan yang mungkin membantu menemukan obat baru untuk rheumatoid arthritis (RA).

Sejauh ini pasien dengan rheumatoid arthritis banyak diterapi dengan dengan kelas obat yang dikenal sebagai tumor necrosis factor (TNF) inhibitor, yang diproduksi oleh berbagai perusahaan obat termasuk Abbott Laboratories, Merck & Co, Pfizer dan Amgen

Tapi sekitar 30 persen pasien tidak merespon terhadap obat anti-TNF, jadi para ahli ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan pilihan pengobatan lebih luas efektif.

Dalam studi ini, para ilmuwan dari Imperial College di London menemukan bahwa protein yang disebut IRF5 bertindak sebagai saklar molekuler yang mengontrol apakah sel-sel darah putih tertentu, yang dikenal sebagai makrofag, akan mempromosikan atau menghambat peradangan.

Dalam laporan temuan mereka dalam jurnal Nature Immunology yang dipublikasikan Minggu (16/1), mereka mengatakan bahwa hasil studi menunjukkan bahwa menghalangi produksi IRF5 dalam makrofag mungkin merupakan cara yang efektif untuk mengobati beragam penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, penyakit peradangan usus, lupus dan multiple sclerosis.

Mereka juga menunjukkan bahwa meningkatkan kadar IRF5 mungkin akan membantu mengobati orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, terancam atau rusak.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa IRF5 beralih menguasai dalam pengaturan tombol sel kekebalan tubuh, yang menentukan profil gen yang dapat diaktifkan pada sel-sel tersebut," kata Irina Udalova, peneliti senior studi tersebut, seperti dilansir Reuters.

"Ini benar-benar menarik karena berarti bahwa jika kita dapat merancang molekul yang mengganggu fungsi IRF5, dapat memberi kita pengobatan anti-inflamasi baru untuk berbagai kondisi."

Para peneliti mengatakan IRF5 tampaknya bekerja dengan beralih pada gen yang merangsang respon inflamasi dan peredam gen yang menghambat mereka.

Hal ini dapat dilakukan dengan berinteraksi dengan DNA langsung, atau berinteraksi dengan protein lain yang kontrol gennya diaktifkan, kata peneliti.

Tim Udalova sekarang mempelajari bagaimana IRF5 bekerja pada tingkat molekul  dan protein mana yang berinteraksi, sehingga mereka dapat merancang cara untuk memblokir dampaknya.

Rheumatoid arthritis adalah penyakit peradangan kronis yang mempengaruhi sekitar 1 persen dari populasi dunia dan timbul ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sendi di seluruh tubuh. Selain sendi, juga dapat mempengaruhi kulit, jantung, paru-paru, ginjal dan pembuluh darah. Banyak penderita mendapatkan cacat tangan dan kaki, yang menghambat gerak dan kemampuan untuk berfungsi.