Go4HealthyLife.com, Jakarta - Orang yang menderita cedera pada bagian depan otak (frontal) telah diketahui memiliki kesulitan untuk menunjukkan empati, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang didiagnosis sebagai psikopat juga memiliki kekurangan emosi yang sama.

Temuan ini menunjukkan bahwa psikopat dapat mengambil manfaat dari terapi serupa dengan yang digunakan untuk mengobati pasien yang mengalami cedera otak frontal, kata para peneliti di University of Haifa di Israel.

Psikopati adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan perilaku anti-sosial ekstrem dan niat untuk merugikan orang lain. Empati adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami perasaan dan pikiran orang lain.

Penelitian ini melibatkan 17 orang yang telah didiagnosis psikotik dan tidak memiliki kerusakan otak, bersama dengan 25 pasien dengan cedera otak lobus frontal. Semua peserta diuji untuk menentukan kemampuan mereka menunjukkan empati dan semua dari mereka menunjukkan kesulitan yang sama di daerah ini.

"Dengan melihat perilaku psikopat sama dengan orang yang mengalami kerusakan otak, bisa jadi mereka mendapatkan manfaat pengobatan yang sama," kata penulis studi, Dr. Simone Shamay-Tsoory.