Go4HealthyLife.com - Ways to healthy living through CARE & CURE - http://www.go4healthylife.com
Pil Kontrasepsi Progestin Tidak Sebabkan Serangan Jantung
http://www.go4healthylife.com/articles/3788/1/Pil-Kontrasepsi-Progestin-Tidak-Sebabkan-Serangan-Jantung/Page1.html
 Redaksi Go4HealthyLife.com
 21 Februari 2011
 
Berlawanan dengan sejumlah tanda sebelumnya bahwa perempuan yang mengontrol kehamilan menggunakan pil memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung, sebuah pengamatan baru pada literatur medis menunjukkan tidak ada hubungan antara serangan jantung dan pil mini.

Go4HealthyLife.com, Jakarta – Berlawanan dengan sejumlah tanda sebelumnya bahwa perempuan yang mengontrol kehamilan menggunakan pil memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung, sebuah pengamatan baru pada literatur medis menunjukkan tidak ada hubungan antara serangan jantung dan pil mini.

Pil mini hanya mengandung hormon progestin, bukan estrogen yang umum pada pil kontrasepsi lainnya.

"Saya rasa ini cukup menjanjikan bahwa tidak ada peningkatan risiko serangan jantung dengan mengonsumsi pil mini,” kata Chrisandra Shufelt dari Women's Heart Center at Cedars-Sinai Medical Center, yang tidak terlibat pada kajian tersebut.

Jutaan orang di seluruh dunia mengonsumsi pil mini yang mengandung progestin. Meskipun pil kontrasepsi kombinasi, yang memadukan progestin dan estrogen lebih popular, namun tingkat keamanannya masih menjadi perdebatan, kata Shufelt. Dua kajian dari penelitian sebelumnya, misalnya, menemukan risiko serangan jantung dua kali lipat pada konsumen pil kontrasepsi tradisional dibandingkan mereka yang tidak minum pil.

Hanya dua dari sejuta perempuan sehat di awal 30-an mengalami serangan jantung.

Namun perempuan yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung, misalnya perokok beat atau mereka dengan tekanan darah tinggi, mungkin perlu mempertimbangkan beralih ke ke pil mini atau produk yang hanya mengandung progestin, kata Dr. Genevieve Plu-Bureau, yang memimpin kejian tersebut.

"Perempuan tanpa faktor risiko kardiovaskular, saya rasa tidak perlu mengubah pil kontrasepsinya,” kata lu-Bureau, dalam emailnya kepada Reuters Health.

Hasil kajian yang dipublikasikan di  Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, didasarkan pada hasil enam studi sebelumnya yang memeriksa risiko serangan jantung pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi hanya progestin.

Studi tersebut melibatkan lebih dari 1.800 perempuan berusia 16-44 tahun dengan pil kontrasepsi dibandingkan perempuan yang tidak minum hormon. Ini merupakan kajian pertama yang fokus pada pil mini.