Go4HealthyLife.com, Jakarta - Waktu yang lebih lama untuk mengandung dan menyusui pada mamalia ternyata berdampak positif pada perkembangan otak bayi. Itulah mengapa bayi manusia tetap bergantung pada ibunya untuk waktu yang begitu lama. 

Para peneliti mengatakan temuan terbaru ini didasarkan pada studi terhadap manusia dan 127 spesies mamalia lainnya, yang membuktikan bahwa menyusu lebih lama bagus untuk perkembangan otak dan mendukung anjuran WHO bahwa bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, dan dilanjutkan dengan memberi ASI plus makanan lain hingga bayi berusia dua tahun atau lebih.

Tim peneliti dari University of Durham di Inggris menemukan fakta bahwa ukuran otak berhubungan dengan ukuran tubuh, dan ini berhubungan dengan apa yang terjadi dalam kandungan. Semakin lama seorang ibu mengandung dan menyusui, maka otak anak akan tumbuh lebih besar dari bayi yang lebih sebentar masa menyusuinya dan lebih cepat ia dilahirkan ke dunia.   

Lamanya masa mengandung akan menentukan ukuran otak bayi selama di dalam kandungan dan ketika dilahirkan, sementara memberikan ASI lebih lama akan mempengaruhi pertumbuhan otak setelah dilahirkan. 

Misalnya, masa mengandung manusia adalah sembilan bulan dan menyusui bayinya hingga usia tiga tahun. Ini penting untuk memacu pertumbuhan otak, yang memiliki volume rata-rata 1.300 cubic centimeters (cc) saat dewasa. Sementara rusa memiliki berat badan yang hampir sama dengan manusia tapi masa mengandung hewan ini hanya tujuh bulan dan menyusui anaknya hingga usia enam bulan. Ukuran otak rusa adalah 220cc, atau enam kali lebih kecil ketimbang otak manusia.

Studi diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.