• Definisi
  • Gejala
  • Penyebab
  • Faktor Risiko
  • Komplikasi
  • Diagnosis
  • Terapi
  • Prosedur

Placenta previa merupakan komplikasi kehamilan yang tidak umum yang bisa menyebabkan perdarahan berlebihan sebelum atau selama persalinan.
Segera setelah pembuahan, plasenta terbentuk. Organ berbentuk oval mendatar ini menyediakan oksigen dan nutrisi untuk janin, serta membuang produk buangan dari darah janin. Plasenta melekat di dinding uterus dan tali plasenta bayi muncul dari organ ini juga, membentuk sebuah koneksi vital antara ibu dan janin.

Placenta previa terjadi saat plasenta melekat di bagian lebih bawah dinding uterus, sebagian atau total menutup serviks. Saat serviks mulai membuka pada persiapan persalinan, plasenta bisa pecah yang akan memicu perdarahan vagina hebat. Namun placenta previa selalu dapat dideteksi sebelum mengancam keselamatan ibu dan janin.

Tanpa rasa sakit, pendarahan vagina pada trimester kedua kehamilan merupakan tanda utama placenta previa. Meskipun sejumlah perempuan mengalami pendarahan segar atau hanya bercak selama trimester pertama atau awal trismester kedua, pendarahan pada placenta previa biasanya terjadi dekat akhir dari trimester kedua kehamilan atau mendekati trimester ketiga. Jumlah pendarahan bervariasi, dari ringan sampai berat. Meski bisa berhenti, biasanya akan terulang lagi dalam beberapa hari atau minggu kemudian. Sejumlah perempuan dengan placenta previa mengalami kontraksi selama pendarahan.

Jenis placenta previa. Ada tiga jenis khusus  placenta previa, yaitu:
-    Placenta previa total: Plasenta sempurna menutupi serviks
-    Placenta previa parsial: Hanya sebagian plasenta menutup serviks.
-    Placenta previa marginal: Pada kasus ini plasenta mendekati permukaan serviks

Plasenta letak rendah kerap digambarkan untuk plasenta yang berada di bawah uterus namun tidak cukup dekat terhadap serviks untuk dikualifikasikan sebagai placenta previa marginal. Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan tanda atau gejala selama kehamilan, namun dapat menyebabkan pendarahan setelah persalinan.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda hamil, lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Jika Anda mengalami pendarahan vagina selama trimester kedua atau ketiga kehamilan, kontak dokter Anda. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk menentukan sumber pendarahan.
Jika didiagnosis placenta previa, pastikan dokter atau perawat mengetahui hal ini. Pemeriksaan di serviks dapat menuntun pendarahan hebat. Seks juga harus dibatasi saat kehamilan.

Pada awal kehamilan, plasenta akan menempel di bagian bawah uterus. Seiring pertumbuhan uterus, plasenta biasanya akan bergerak ke atas dan menjauhi pembukaan uterus (serviks). Jika hal ini tidak terjadi maka uterus akan tertutup/terhalang. Inilah yang dinamakan placenta previa.
Placenta previa dikaitkan dengan:
-    Parut di dinding uterus (endometrium)
-    Plasenta yang besar, misalnya pada kehamilan multiple
-    Bentuk uterus tidak normal

Jika Anda mengalami placenta previa, petugas kesehatan akan memonitor Anda dan janin secara seksama untuk mengurangi risiko dari berbagai komplikasi serius berikut ini:
•    Pendarahan. Salah satu hal yang mencemaskan pada placentra previa adalah risiko terjadinya pendarahan berat vagina selama persalinan atau beberapa jam setelah persalinan. Pendarahan ini cukup berat untuk menyebabkan shock pada ibu, bahkan menuntun pada kematian.
•    Kelahiran prematur. Pendarahan hebat mungkin mendorong dilakukannya operasi Caesar sebelum bayi dilahirkan cukup umur
•    Placenta accreta. Jika perlekatan plasenta terlalu dalam dan kuat pada dinding uterus, plasenta mungkin tidak secara simultan terlepas dari uterus setelah persalinan, kondisi tidak umum ini dikenal dengan nama placenta accreta. Hal ini dapat memicu pendarahan hebat, kerap kali membutuhkan operasi untuk melepaskannya dari uterus (histerektomi).

Placenta previa didiagnosis melalui ultrasound, baik pada saat cek kehamilan atau setelah terjadinya pendarahan vagina. Placenta previa umumnya dapat dideteksi dini sebelum ibu atau janin terancam bahaya.

Diagnosis sebelum 20 minggu usia kehamilan
Langkah ini tidak lazim untuk mendeteksi plasenta letak rendah atau untuk melihat plasenta yang menuntup serviks selama pemeriksaan kehamilan rutin. Untuk sebagian besar kasus akan terpecahkan dengan sendirinya sebelum persalinan karena uterus tumbuh dan plasenta bermigrasi dari serviks. Mungkin Anda membutuhkan tambahan cek ultrasound untuk mengetahui posisi plasenta. Semakin lama placenta previa bertahan, biasanya hal ini akan muncul saat persalinan.

Diagnosis setelah 20 minggu usia kehamilan
Dokter  mungkin mendeteksi placenta previa pada kehamilan secara tidak sengaja saat melakukan pengecekan dengan ultrasound. Pada tahap kehamilan akhir, biasanya pendarahan vigina akan terjadi.
Jika anda  mengalami pendarahan vagina selama trimester kedua atau ketiga, segera hubungi petugas kesehatan, atau segeralah ke dokter. Untuk sebagian besar kasus, umumnya dokter akan menggunakan ultrasound perut untuk menentukan placenta previa dengan pasti.

Diagnosis definitif mungkin membutuhkan kombinasi antara ultrasound perut dan ultrasound transvaginal, yang dilakukan melalui sebuah transducer yang ditempatkan di bagian dalam vagina. Dokter akan memonitor secara dekat lokasi transducer di dalam vagina guna mencegah kemungkinan pendarahan. Magnetic resonance imaging (MRI) mungkin digunakan untuk mendiagnosis placenta previa, meski jarang.

Jika dokter atau bidan menduga Anda mengalami placenta previa, biasanya dia akan menghindari tes vagina untuk mengurangi risiko pendarahan hebat. Anda kemungkinan akan menjalani cek ultrasound tambahan, bahkan MRI, untuk menentukan lokasi pasti plasenta sebelum persalinan. Detak jantung bayi kemungkinan besar juga akan dimonitor.

Kondisi terkait
Dua kondisi yang tidak lazim sering kali dikelompokkan ke dalam placenta previa karena berpotensi menyebabkan pendarahan vagina pada kehamilan akhir trimester kedua atau ketiga. Jika Anda mengalami pendarahan vagina saat hamil tua, dokter mungkin akan mempertimbangkan kondisi sebegai berikut sebelum membuat sebuah diagnosis:

  • Abrupsi plasenta.Plasenta terpisah dari uterus sebelum persalinan, ini kejadian jarang. Jika terjadi pasokan oksigen dan nutrisi ke janin terganggu,menyebabkan pendarahan hebat dan membahayakan ibu dan janin.
  • Vasa previa. Tali pusat biasanya terbentuk di tengah-tengah plasenta. Jika tali pusat melekat di plasenta dengan tidak lazim, sebagian besar pembuluh darah yang umumnya berada di dalam tali pusat tidak terlindungi. Jika pembuluh darah tanpa pelindung ini melewati serviks, kejadian ini dinamakan vasa previa. Jika pembuluh darah ini rupture,  akan terjadi pendarahan yang mengancam kehidupan janin.