• Definisi
  • Gejala
  • Penyebab
  • Faktor Risiko
  • Komplikasi
  • Diagnosis
  • Terapi
  • Prosedur

Rubella, dikenal dengan campak Jerman atau campak tiga hari, merupakan infeksi virus yang amat menular, dikenali dengan ruam merah yang khas.
Rubella tidak sama dengan campak (rubeola), meeskipun dua penyakit ini memiliki sejumlah kesamaan karakteristik , termasuk ruam merah. Namun, rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dan meskipun  menular biasanya tak separah campak. Vaksin measles-mumps-rubella (MMR), biasanya diberikan kepada anak-anak dua kali sebelum usia sekolah, sejauh ini efektif mencegah rubella.

Tanda dan gejala rubella kerap kali amat ringan sehingga sulit dikenali, khususnya pada anak-anak. Jika tanda dan gejala muncul, umumnya muncul antara dua hingga tiga minggu setelah terpapar virus. Tanda dan gejala yang muncul biasanya bertahan dalam dua hingga tiga hari dan mungkin melibatkan:
•    Demam ringan 38,9 derajat Celcius atau lebih rendah
•    Sakit kepala
•    Hidung tersumbat atau pilek
•    Peradangan, mata merah
•    Pembesaran, pelunakan kelenjar getah bening di dasar tengkorak, leher bagian belakang dan di belakang telinga
•    Muncul ruam warna merah muda/pink di wajah dan dengan cepat menyebar ke pundak, lengan, kaki sebelum menghilang di sekuens yang sama.
•    Nyeri pada persendian, khususnya pada perempuan muda

Kapan harus ke dokter?
Kontaklah dokter jika Anda mengira anak atau diri sendiri terpapar rubella dengan gejala seperti disebutkan di atas. Jika sedang berusaha untuk hamil, cek lagi catatan vaksinasi, pastikan telah mendapat inokulasi MMR. Jika ibu hamil terpapar rubella, khususnya selama trimester pertama kehamilan, virus tersebut bisa menyebabkan kematian atau kecacatan janin yang dikandung. Untuk alasan inilah, cara terbaik melindungi perempuan terhadap rubella adalah sebelum hamil.

Untuk yang hamil, disarankan melakukan skrining/pemeriksaan rutin untuk imunitas terhadap rubella. Namun jika seorang perempuan belum pernah menerima vaksin MMR dan merasa terkena infeksi rubella, secepatnya kontak dokter. Tes darah akan memastikan apakah seseorang sudah imun dan tak mungkin terkena rubella.

Penyebab rubella adalah sebuah virus yang ditularkan dari manusia ke manusia. Virus ini menyebar saat seseorang yang terinfeksi bersin atau batuk, atau bisa juga menyebar dengan kontak langsung dengan cairan pernapasan seseorang yang terinfeksi rubella, misalnya lendir. Seseorang yang terkena rubella menular dari 10 hari sebelum terjadinya ruam sampai satu atau dua minggu setelah ruam menghilang.

Rubella biasanya jarang terjadi pada masyarakat yang sebagian sudah mendapatkan vaksin MMR saat bayi. Biasanya jika terjadi kasus rubella, umumnya menimpa pada orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin MMR.

Rubella merupakan infeksi ringan. Seseorang hanya sekali terkena infeksi ini, kemudian dia akan memiliki sistem kekebalan permanen. Sejumlah perempuan dengan rubella mengalami arthritis di jari, pergelangan tangan dan lututnya, berlangsung lebih kurang selama sebulan. Untuk kasus yang jarang, rubella bisa menyebabkan infeksi telinga (otitis media) atau peradangan pada otak  (encephalitis).
Seseorang yang terkena rubella saat hamil, konsekuensi untuk janin yang dikandung mungkin berat. Sebanyak 85% bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena rubella selama 11 minggu kehamilan awalnya, mengalami sindrom rubella congenital (bawaan). Hal ini dapat meneybabkan satu atau lebih banyak masalah, antara lain:
•    Hambatan perkembangan
•    Katarak
•    Tuli
•    Cacat jantung bawaan
•    Cacat pada organ lain
•    Keterbelakangan mental
Risiko paling tinggi terhadap fetus terutama pada trimester awal kehamilan, namun paparan pada akhir kehamilan juga berbahaya.

Ruam pada rubella bisa tampak seperti ruam yang disebabkan virus lain. Dokter biasanya memastikan rubella dengan bantuan tes laboratorium.  Petugas kesehatan akan melakukan kultur/pembiakan virus atau tes darah yang dapat mendeteksi kehadiran berbagai jenis antibodi rubella di dalam darah. Antibodi ini mengindikasikan  apakah seseorang pernah mengalami inefksi rubella baru-baru ini atau di masa lalu, atau mendapat vaksin rubella.

Vaksin rubella biasanya diberikan sebagai kombinasi inokulasi MMR yang mengandung bantuk efektif dan paling aman dari masing-masing vaksin. Dokter menyarankan anak-anak mendapat vaksin MMR antara usia 12-15 bulan, dan diulangi lagi pada usia 4-6 tahun sebelum masuk sekolah. Penting untuk anak perempuan menerima vaksin tersebut untuk mencegah rubella selama kehamilan di masa datang.

Biasanya bayi terlindungi dari rubella selama enam hingga delapan bulan setelah dilahirkan sebab imunitas didapat dari ibunya. Jik anak membutuhkan proteksi dari rubella sebelum usia 12 bulan, misalnya saat bepergian ke luar negeri,  vaksin dapat diberikan saat usia enam bulan. Namun anak-anak yang mendapat vaksinasi awal perlu divaksinasi sesuai usia yang direkomendasikan setelahnya.

Apakah Anda butuh vaksin MMR? Anda tak membutuhkan vaksin MMR jika:
•    Telah mendapatkan dua dosis vaksin MMR setelah 12 bulan, atau sekali dosis vaksin MMR serta dosis kedua vaksin campak.
•    Telah melakukan tes darah yang mengindikasikan imunitas terhadap measles, mumps and rubella
•    Pria yang lahir sebelum tahun 1957
•    Perempuan yang lahir sebelum tahun 1957 dan tidak merencanakan untuk punya anak lagi, telah mendapat vaksin rubella atau memiliki tes imunitas rubella positif.

Anda harus mendapatkan vaksin jika Anda tak memenuhi kriteria di atas dan Anda:
•    Bukan perempuan hamil di usia produktif
•    Sedang bersekolah
•    Bekerja di rumah sakit, fasilitas medis, sekolah atau pusat perawatan anak
•    Berencana melakukan perjalanan ke luar negeri

Vaksin tidak direkomendasikan untuk:
•    Ibu hamil atau perempuan yang merencanakan kehamilan dalam empat minggu mendatang
•    Orang yang mengalami reaksi alergi terhadap gelatin yang mengancam nyawa, alergi terhadap antibiotik neomicyn arau dosis vaksin MMR sebelumnya.
Jika seseorang mengidap kanker, kelainan darah atau penyakit lainnya, atau melakukan pengobatan yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh, bicarakan dengan dokter sebelum melakukan vaksin MMR.

Efek samping vaksin
Sebagian besar orang tidak mengalami efek samping dari vaksin MMR. Sekitar 15% orang mengalami demam antara 7-12 hari setelah vaksinasi, dan hanya 5% mengalami ruam ringan. Sejumlah perempuan dewasa dan remaja dilaporkan mengalami nyeri sendi atau kekakuan/kekejangan setelah menerima vaksin. Kurang dari satu persen dari sejuta dosis menyebabkan reaksi alergi serius.

Dalam beberapa tahun belakangan, sejumlah laporan memunculkan kekhawatiran  mengenai koneksi antara vaksin MMR dan autisme. Namun demikian laporan ekstensif dari American Academy of Pediatrics, the Institute of Medicine, and the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyimpulkan tak ada bukti ilmiah yang menghubungkan antara vaksin MMR dan autism. Ditambahkan, tidak ada manfaat ilmiah untuk memisahkan vaksin. Organisasi tersebut mencatat bahwa autism kerap diidentifikasi pada batita usia antara 18-30 bulan, yang terjadi pada saat anak-anak menerima vaksin MMR. Namun kejadian secara kebetulan soal waktu ini kerap disalahartikan sebagai hubungan sebab-akibat.